Friday, July 3, 2026
home_banner_first
MEDAN

Tidak Cukup Hanya Ijazah, Najwa Shihab Sebut Lima Keterampilan ini untuk Hadapi Dunia Kerja

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 20.36 WIB
tidak_cukup_hanya_ijazah_najwa_shihab_sebut_lima_keterampilan_ini_untuk_hadapi_dunia_kerja

Pendiri Narasi, Najwa Shihab (paling kiri) dalam Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 di Kampus USU. (foto: Susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ijazah tidak lagi menjadi jaminan seseorang mudah mendapatkan pekerjaan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Hal itu disampaikan Pendiri Narasi, Najwa Shihab dalam kegiatan Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 di Kampus Universitas Sumatera Utara, Medan, Rabu (13/5/2026).

Menurut Najwa, generasi muda perlu mempersiapkan keterampilan sejak masih berada di bangku kuliah, agar siap bersaing dan berkontribusi di dunia kerja.

Ia menyebutkan, setidaknya mahasiswa perlu memiliki lima keterampilan utama agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga unggul di era saat ini.

Keterampilan pertama, lanjutnya, yakni kemampuan berpikir kritis, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang memudahkan orang memperoleh jawaban secara cepat.

“Yang diperlukan sekarang bukan mencari jawaban, tapi mempertanyakan jawaban. Memverifikasi, mengecek ulang, dan memberi konteks,” ujarnya.

Ia menilai banjir informasi di media digital membuat banyak orang merasa memahami persoalan hanya dari potongan video singkat tanpa mampu membedakan fakta, opini, maupun prasangka.

Keterampilan kedua yakni komunikasi. Menurutnya, banyak orang memiliki pengetahuan luas, namun tidak mampu menyampaikan gagasan dengan baik.

Najwa mengatakan kemampuan meyakinkan orang atas sebuah ide sama pentingnya dengan ide itu sendiri, terutama di era yang menuntut penyampaian pesan secara singkat dan efektif.

Keterampilan ketiga yakni kemampuan beradaptasi di tengah ketidakpastian. Ia menyebut pola lama pendidikan hingga karier kini tidak lagi sepenuhnya relevan karena perubahan teknologi berlangsung sangat cepat.

Mahasiswa, lanjutnya, harus memiliki ketekunan dan kemauan untuk terus belajar hal-hal baru, bukan hanya menguasai keterampilan teknis tertentu.

“Baru kuasai satu aplikasi sekarang, eh besoknya muncul lagi aplikasi baru. Jadi bukan kemampuan teknisnya, tapi semangat dan kesabaran ketekunan untuk terus-menerus mau belajar hal yang baru,” katanya.

Selain itu, Najwa menekankan pentingnya literasi digital. Menurut dia, generasi muda perlu memahami bagaimana teknologi dan algoritma bekerja agar tidak mudah dipengaruhi arus informasi.

Ia mencontohkan bagaimana platform digital terus menyajikan konten tertentu berdasarkan kebiasaan pengguna, sehingga masyarakat perlu sadar terhadap cara kerja teknologi tersebut.

Keterampilan kelima yang dinilai penting adalah kemampuan berkolaborasi lintas disiplin ilmu. Menurut Najwa, persoalan saat ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu bidang keahlian.

“Anak teknik harus tahu bagaimana cara berkomunikasi, anak komunikasi harus paham data, anak hukum harus tahu teknologi. Tidak pernah ada satu masalah yang bisa diselesaikan oleh satu ilmu saja,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan selembar ijazah, tetapi aktif membangun keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Jadi kemampuan berkolaborasi itu kemampuan super penting kalau kita bicara apa skill yang dibutuhkan. Selembar ijazah tidak akan menjamin apa-apa. Harus mengusahakan skill-skill yang lain,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN