Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Rektor USU: Lulusan Universitas Harus Berkontribusi Nyata ke Masyarakat

Mistar.idSabtu, 9 Mei 2026 pukul 17.39 WIB
rektor_usu_lulusan_universitas_harus_berkontribusi_nyata_ke_masyarakat

USU mengukuhkan ribuan wisudawan pada periode III Tahun Akademik 2025/2026 (Foto: Dok USU/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, menegaskan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikannya saat pengukuhan 1.586 wisudawan pada Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium USU, pada Jumat (8/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).

Menurut Muryanto, ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan diharapkan tidak hanya menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan atau melanjutkan pendidikan, tetapi juga memberi manfaat luas bagi lingkungan sekitar.

“Kiranya hasil pendidikan yang telah tempuh dapat mengantarkan saudara untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan. Atau melanjutkan studi untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan,” ujarnya.

Dari total lulusan yang dikukuhkan, sebanyak 896 orang berasal dari program sarjana, 353 lulusan pendidikan profesi, 186 lulusan magister, 34 lulusan doktor, 49 lulusan pendidikan spesialis, tiga lulusan subspesialis, 56 lulusan dokter jenjang magister, dan sembilan lulusan diploma.

Dengan tambahan tersebut, Muryanto menyebutkan jumlah alumni USU kini mencapai 277.132 orang. Selain menyoroti kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, Muryanto juga memberikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga mahasiswa yang berperan besar dalam mendukung proses pendidikan hingga selesai.

Muryanto juga mengajak seluruh wisudawan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memanfaatkan ilmu yang dimiliki demi memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah wisudawan turut membagikan tantangan selama menjalani pendidikan. dr. Agnelisa Putria Harahap mengaku tantangan terbesar saat menjalani pendidikan profesi dokter adalah membagi waktu antara belajar dan tugas di rumah sakit.

“Tantangannya adalah manajemen waktu, juga kelelahan sewaktu bertugas di rumah sakit,” katanya.

Hal serupa disampaikan dr. Ruth Maria Situmorang yang menilai mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dengan organisasi dan kehidupan pribadi.

Sementara itu, Adli Nadhif mengaku tantangan terbesarnya selama kuliah berasal dari penelitian yang dilakukan di luar provinsi. Meski sempat mengalami kelelahan dan burnout, ia tetap berupaya menyelesaikan pendidikan tepat waktu. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN