Friday, July 3, 2026
home_banner_first
MEDAN

Menkomdigi Tutup 3,2 Juta Akses Judol

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 20.19 WIB
menkomdigi_tutup_32_juta_akses_judol

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid saat memberikan keterangan. (Foto: Istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menggelar kegiatan “Gass Pol Tolak Judol” di Kembar Cafe, Kota Medan, yang diikuti ratusan anak muda dan para orang tua, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Meutya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memerangi praktik judi online (judol) yang dinilai semakin masif dan meresahkan masyarakat.

“Per hari ini, Komdigi telah menutup akses 3,2 juta situs judi online. Kita akan terus memerangi praktik ini dan berkomitmen menggunakan karya anak bangsa, termasuk teknologi baru berbasis kecerdasan buatan atau AI,” ujarnya pada wartawan.

Politisi Golkar itu mengatakan, perkembangan situs judi online saat ini sangat cepat dan terus berevolusi untuk menghindari deteksi aparat maupun sistem digital pemerintah. Salah satu contoh yang disorot ialah kasus sindikat judi online Hayam Wuruk di Jakarta yang baru saja diungkap pihak kepolisian.

“Pada dasarnya konten ini terus berkembang. Kita menemukan kasus seperti Hayam Wuruk, di mana satu situs bisa berkembang menjadi 75 situs baru. Mereka melakukan kamuflase untuk menutupi diri dari deteksi crawling,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan teknologi, Meutya memastikan pemerintah tidak akan berhenti melakukan penindakan. Komdigi disebut akan terus memperbarui sistem dan teknologi pengawasan untuk mempercepat proses penanganan dan penutupan situs judi online.

“Tapi ini tidak menjadi alasan. Kita akan terus memperbarui teknologi dalam melakukan percepatan penanganan, khususnya takedown terhadap situs-situs tersebut,” ujarnya.

Meutya juga menekankan pemberantasan judi online tidak cukup hanya mengandalkan pemblokiran situs. Menurutnya, peran keluarga dan kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam melindungi generasi muda dari bahaya judol.

“Hari ini kita datang kepada masyarakat bahwa takedown saja tidak akan efektif jika tidak dilengkapi dengan kesadaran masyarakat. Kita mengajak para orang tua menjaga rumahnya dalam melawan judi online melalui pendekatan nonteknologi,” tuturnya.

Selain pendekatan edukasi dan teknologi, ia menegaskan bahwa pemerintah juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk membongkar jaringan besar di balik bisnis judi online tersebut.

“Dari pihak kepolisian, kami sudah melakukan komunikasi dengan Kapolri. Sudah dilakukan penyidikan terkait kasus Hayam Wuruk untuk mengetahui jaringan besar di balik kasus ini,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN