Friday, July 3, 2026
home_banner_first
EDUKASI

KGSI 2026 di USU, Mahasiswa Didorong Lahirkan Inovasi Pendidikan

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 19.08 WIB
kgsi_2026_di_usu_mahasiswa_didorong_lahirkan_inovasi_pendidikan

Foto bersama pada KGSI yang diselenggarakan di USU. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 di Universitas Sumatera Utara (USU) mengangkat tema ‘Memberdayakan Pendidikan di Era Digital’. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Australia dan Indonesia dalam mendorong lahirnya ide-ide inovatif dari kalangan generasi muda.

Sebanyak 8 mahasiswa dari sejumlah universitas di Kota Medan terpilih untuk menyampaikan ide dan gagasannya masing-masing.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Universitas Sumatera Utara, Prof Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, berharap peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan kompetisi, tetapi harus mampu mewujudkan gagasan melalui aksi nyata yang memberi dampak bagi masyarakat.

Ia menegaskan mahasiswa perlu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara sosial dan moral, serta mampu menggunakan teknologi untuk memperluas manfaat, bukan memperlebar kesenjangan.

“Semoga kegiatan ini dapat melahirkan ide-ide terbaik, dan menjadi langkah awal lahirnya perubahan positif bagi pendidikan Indonesia,” ujarnya di Aula Prof Dr Suhadji Hadibroto, FEB USU, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menjelaskan hubungan kedua negara telah terjalin erat sejak lama, mulai dari hubungan dagang masyarakat Sulawesi dengan komunitas First Nations di Australia Utara hingga kerja sama strategis saat ini.

Menurutnya, hubungan bilateral semakin diperkuat melalui penandatanganan Jakarta Treaty oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Februari lalu.

Ia juga menyebut perdagangan kedua negara meningkat tiga kali lipat sejak berlakunya IA-CEPA, sementara investasi Australia di Sumut pada 2025 diarahkan ke sektor hotel, restoran, perkebunan, dan perumahan.

Dalam bidang pendidikan, Brazier mengatakan Australia masih menjadi tujuan favorit pelajar Indonesia dengan jumlah lebih dari 25 ribu mahasiswa. “Indonesia juga tujuan utama bagi pelajar Australia melalui New Colombo Plan, dengan lebih dari 14.000 pelajar sejak tahun 2014,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, pihak Kedutaan Besar Australia turut menghadirkan booth Australia Awards Indonesia untuk memperkenalkan program beasiswa kepada mahasiswa peserta kegiatan.

“Saya turut bangga melihat para alumni kembali dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia dan Australia. Ada lebih dari 200.000 alumni Australia di Indonesia, termasuk Mbak Nana (Najwa shihab) yang lulus dari University of Melbourne,” kata Roderick.

Ia juga berharap KGSI 2026 ini dapat menjadi wadah bagi pemuda untuk berjejaring, berbagi inspirasi, dan menciptakan dampak nyata melalui inovasi pendidikan. “Tunjukkan bahwa ide-ide dari Medan bisa menjadi bagian dari perubahan,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN