Monday, June 29, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tiga Tips Jemaah Haji Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci

Mistar.idSelasa, 12 Mei 2026 pukul 14.26 WIB
tiga_tips_jemaah_haji_hadapi_cuaca_panas_ekstrem_di_tanah_suci_

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Cuaca panas menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi jemaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Aktivitas ibadah yang padat ditambah suhu tinggi membuat jemaah perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

Cuaca di Makkah Selasa (12/5/2026), dilaporkan mencapai 42 derajat Celsius. Suhu tersebut tergolong ekstrem, terutama bagi jemaah asal Indonesia yang belum terbiasa dengan iklim panas dan kering.

Kementerian Agama melalui Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau jemaah agar tidak mengabaikan kondisi tubuh, terutama saat mulai merasa lemas, pusing, atau kelelahan.

“Menjaga kesehatan sangat penting agar jemaah tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji. Istirahat yang cukup dan menjaga kondisi fisik menjadi ikhtiar sederhana agar ibadah berjalan lancar,” tulis akun Instagram resmi Kemenag RI.

Jemaah lanjut usia maupun yang memiliki penyakit penyerta diminta lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat beraktivitas di bawah terik matahari.

Berikut tips menghadapi cuaca panas selama berada di Tanah Suci:

1. Rutin minum air putih

Jemaah disarankan memperbanyak konsumsi air putih, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Cairan tubuh yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko heatstroke akibat suhu panas ekstrem.

Minumlah secara berkala meski belum merasa haus agar tubuh tetap terhidrasi dan bugar selama beribadah.

2. Gunakan pelindung berwarna terang

Payung, masker, dan pelindung kepala berwarna terang dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan. Warna terang dinilai lebih efektif memantulkan panas dibanding warna gelap.

Selain itu, jemaah juga bisa membawa kipas kecil atau semprotan air untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

3. Istirahat di tempat teduh

Beristirahat secara berkala di tempat yang teduh penting dilakukan untuk memulihkan energi dan menurunkan suhu tubuh.

Jika muncul gejala seperti lemas, pusing, dehidrasi, atau kehilangan konsentrasi, jemaah sebaiknya segera mencari tempat teduh dan meminta bantuan petugas kesehatan.

Selain menjaga kondisi tubuh, Pusat Kesehatan Haji juga mengimbau jemaah membawa perlengkapan pelindung diri seperti kacamata hitam, masker, payung lipat, semprotan air, tas obat, hingga alas kaki yang nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN