Sunday, September 13, 2026
home_banner_first
MEDAN

Sosialisasikan Perda Persampahan, Fauzi Ajak Warga Medan Jaga Kebersihan Cegah BanjirISI

Mistar.idMinggu, 13 September 2026 pukul 18.57 WIB
sosialisasikan_perda_persampahan_fauzi_ajak_warga_medan_jaga_kebersihan_cegah_banjirisi_

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi, S.H., saat menggelar sosialisasi Perda di Jalan Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota. (Foto: Iqbal/MISTAR)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (13/9/2026) - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi, S.H., kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Ajakan itu disampaikan Fauzi dalam Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota, dan Jalan Puri, Kecamatan Medan Area, Minggu (13/9/2026).

"Ini sudah memasuki musim hujan. Kondisi lingkungan akan sangat terdampak jika pola hidup bersih tidak diterapkan. Salah satunya banjir yang selalu menjadi ancaman nyata setiap tahun. Makanya, mari kita jaga kebersihan," pesan Fauzi.

Fauzi juga mengingatkan banjir besar yang melanda Kota Medan dua tahun terakhir."Terlepas dari tingginya intensitas hujan sehingga debit air tidak tertampung, persoalan kebersihan tetap menjadi salah satu faktor penyebabnya. Saya rasa kita semua yang hadir di sini sudah pernah merasakan susahnya terkena banjir. Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi lagi," katanya.

Selain mengajak hidup bersih, Fauzi juga mendorong masyarakat memanfaatkan Bank Sampah sebagai sumber penghasilan tambahan.

"Sampah juga memiliki nilai ekonomis. Karena itu pilah-pilah sampah sebelum dibuang. Di sini ada perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan. Sampaikan apa yang menjadi keluhan Bapak Ibu terkait persampahan. Pak Camat juga hadir," ujarnya.

Salah seorang warga, Sri Sukarni, memohon dukungan agar di lingkungannya dibentuk Bank Sampah.

"Selama ini kesulitan kami adalah tempat menabung sampah. Semoga tahun ini harapan itu tercapai dan mohon bantuan Pak Fauzi," harapnya.

Permasalahan sampah juga disampaikan Rawi yang mengeluhkan keterlambatan pengangkutan.

"Terkadang sampai empat hari sampah kami tidak diangkut. Mau mengadu ke mana? Mohon penjelasannya," ucapnya.

Menjawab hal itu, Direktur Utama Bank Sampah, Indra Pohan, menjelaskan pembentukan Bank Sampah bisa dilakukan jika sudah ada kesepakatan warga.

"Kalau sudah ada kelompok, sudah bisa dibentuk, Bu. Tentukan lokasinya, jika sudah sesuai informasikan ke saya agar bisa dibantu. Sementara untuk sampah yang tidak diangkut, laporkan ke kepala lingkungan atau foto dan kirim ke saya agar cepat ditindaklanjuti," katanya. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN