Sunday, September 13, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Kanaya Whu, Vokalis Emka 9, Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker

Mistar.idMinggu, 13 September 2026 pukul 13.12 WIB
kanaya_whu_vokalis_emka_9_meninggal_dunia_setelah_berjuang_melawan_kanker

Kanaya Whu, Vokalis Emka 9 semasa hidup. (foto:tabloidbintang/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (13/9/2026) — Kabar duka datang dari dunia musik Jawa Barat. Kanaya Whulan atau Kanaya Whu, vokalis kelompok musik Emka 9 (MK9), meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026, setelah berjuang melawan kanker.

Kepergian Kanaya terasa semakin menyentuh karena hampir sebulan sebelumnya ia masih tampil di hadapan publik dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pada 17 Agustus 2026, Kanaya masih terlihat energik membawakan lagu Melati di Tapal Batas karya Ismail Marzuki. Saat itu, ia tampil dalam iring-iringan kereta kencana dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate.

Tak banyak yang menyangka, penampilan tersebut kemudian menjadi salah satu momen terakhir Kanaya di hadapan masyarakat Jawa Barat.

Kanaya Whu dan Perjalanan Bersama Emka 9

Kanaya dikenal sebagai salah satu vokalis Emka 9, kelompok musik yang dibentuk Dedi Mulyadi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

Kanaya bergabung dengan Emka 9 pada 2019. Sejak itu, ia tidak hanya tampil dalam berbagai pertunjukan musik, tetapi juga mengikuti sejumlah agenda sosial dan kebudayaan bersama kelompok tersebut.

Namanya semakin dikenal masyarakat Jawa Barat melalui kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga dan berbagai agenda yang digelar di sejumlah daerah.

Menariknya, perjalanan Kanaya bersama Emka 9 juga memperlihatkan proses adaptasi budaya. Meski sebagian besar masa pendidikannya disebut dijalani di Jakarta, ia kemudian begitu lekat dengan lagu-lagu berbahasa Sunda.

Kemampuannya membawakan repertoar Sunda membuat Kanaya menjadi salah satu wajah yang mudah dikenali ketika Emka 9 tampil di tengah masyarakat.

Lagu-Lagu yang Melekat dengan Suara Kanaya

Selama bergabung dengan Emka 9, Kanaya membawakan sejumlah lagu bernuansa Sunda dan karya Dedi Mulyadi.

Beberapa di antaranya adalah:

Rindu Purnama

Karembong Koneng

Prabu Siliwangi

Dangiang Galuh Pakuan

Indung

Memanen Cinta

Kaasih Indung

Lungse

Lampah

Rubuh

Lagu-lagu tersebut membuat kiprah Kanaya tidak sebatas sebagai penyanyi panggung. Suaranya turut menjadi bagian dari pertunjukan yang membawa musik dan nuansa budaya Sunda lebih dekat kepada masyarakat.

Penampilan 17 Agustus yang Kini Terasa Berbeda

Salah satu momen yang paling membekas adalah penampilan Kanaya pada 17 Agustus 2026.

Dalam peringatan HUT ke-81 RI di Jawa Barat, Kanaya bersama Emka 9 membawakan Melati di Tapal Batas, lagu ciptaan Ismail Marzuki yang menggambarkan keberanian dan perjuangan perempuan Indonesia.

Ia tampil mengenakan busana bernuansa veteran dan terlihat penuh energi.

Beberapa minggu kemudian, Kanaya berpulang.

Momen tersebut membuat penampilan terakhirnya memiliki makna tersendiri. Di tengah perjuangannya menghadapi penyakit serius, Kanaya masih menjalankan profesinya dan menyanyikan lagu tentang perjuangan.

Kanaya Whu Meninggal di RSHS Bandung

Kanaya Whu meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Kabar duka tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui media sosial dan kemudian diberitakan sejumlah media.

Kanaya disebut meninggal setelah menderita kanker. Namun, detail mengenai jenis kanker maupun stadium penyakitnya belum dijelaskan secara terbuka dalam sumber kredibel yang tersedia.

Jenazah Kanaya direncanakan dimakamkan di Kabupaten Tasikmalaya, yang dalam sejumlah pemberitaan disebut sebagai kampung halaman sekaligus tempat kelahirannya.

Siapa Kanaya Whu?

Kanaya Whulan dikenal sebagai penyanyi yang perjalanan kariernya sangat dekat dengan musik dan kebudayaan Jawa Barat.

Sejumlah pemberitaan menyebut Kanaya lahir pada 1991. Jika mengacu pada tahun tersebut, usianya sekitar 35 tahun ketika meninggal pada 2026.

Namun, informasi mengenai tanggal lahir lengkapnya belum ditemukan dari sumber kredibel. Karena itu, usia tepat Kanaya saat wafat sebaiknya tidak disebut secara pasti.

Terdapat pula perbedaan informasi mengenai lokasi kelahirannya dalam sejumlah pemberitaan. Karena belum ada sumber yang cukup kuat untuk memastikan detail tersebut, informasi mengenai tempat kelahiran Kanaya perlu disikapi secara hati-hati.

Minat Kanaya terhadap dunia tarik suara disebut sudah tumbuh sejak kecil. Ia juga disebut mendapat pengaruh dari sang ibu yang memiliki kemampuan bernyanyi.

Sebelum sepenuhnya menekuni musik, Kanaya sempat bekerja di lingkungan perkantoran. Namun, kecintaannya terhadap dunia tarik suara akhirnya membawanya memilih profesi sebagai penyanyi.

Warisan Kanaya Lebih dari Sekadar Suara

Kepergian Kanaya meninggalkan jejak yang tidak hanya tercatat melalui lagu-lagu yang pernah dinyanyikannya.

Bersama Emka 9, ia hadir di berbagai ruang publik, kegiatan sosial, hingga agenda kebudayaan di Jawa Barat. Musik menjadi bagian dari cara kelompok tersebut berinteraksi dengan masyarakat.

Perjalanan Kanaya juga memperlihatkan bagaimana seseorang dapat tumbuh dalam satu lingkungan budaya, kemudian mempelajari dan menghidupi budaya lain melalui musik.

Ia yang banyak menjalani pendidikan di Jakarta akhirnya menjadi salah satu vokalis yang identik dengan lagu-lagu Sunda.

Dan kini, penampilan Kanaya pada 17 Agustus 2026 menjadi salah satu rekaman terakhir perjalanan kariernya.

Ia menyanyikan lagu tentang perjuangan sebelum akhirnya menyelesaikan perjuangannya sendiri melawan kanker.

Kanaya Whu telah berpulang. Namun, suara dan karya yang pernah dibawakannya bersama Emka 9 akan tetap menjadi bagian dari perjalanan musik dan kebudayaan Jawa Barat.

(tvone/radarbogor/uyeshare/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN