Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

Jelang Idul Adha, Pedagang Bumbu dan Daun Pisang di Medan Kebanjiran Pembeli

Mistar.idSelasa, 26 Mei 2026 pukul 19.31 WIB
jelang_idul_adha_pedagang_bumbu_dan_daun_pisang_di_medan_kebanjiran_pembeli

Bumbu yang dipajang pedagang. (foto:kamal/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Lebaran Idul Adha 1447 H membawa berkah bagi pedagang bumbu dapur dan daun pisang. Pasalnya, satu hari menjelang hari raya, pedagang bumbu dan daun pisang paling banyak dikunjungi pembeli.

Dari pantauan Mistar, Selasa (26/5/2026), di pasar tradisional yang berada di Marelan terlihat beberapa kios pedagang bumbu dipenuhi para pembeli dengan permintaan berbagai bahan masakan.

Di sela-sela melayani pembeli, Bu Hanim (57), warga Medan Labuhan sekaligus pedagang bumbu, menyebutkan bahwa sejak dua hari terakhir permintaan bumbu meningkat tinggi. Jenis bumbu yang paling banyak diminati adalah bumbu kari dan sop, karena masyarakat yang menerima daging kurban lebih banyak mengolahnya menjadi masakan kari atau sop.

“Sejak dua hari ini permintaan meningkat tinggi. Paling banyak itu bumbu kari dan sop,” ujar Bu Hanim.

Ia menambahkan, pendapatannya selama dua hari terakhir meningkat hingga 100 persen. Di kawasan pasar tersebut terdapat sekitar 10 pedagang bumbu, dan menjelang Idul Adha seluruhnya dipenuhi pembeli.

Sementara itu, Paiman, pedagang daun pisang yang sehari-hari berjualan di pasar tradisional, menyebutkan permintaan daun pisang juga meningkat tajam menjelang Idul Adha.

Hal ini disebabkan masyarakat menjalankan tradisi membuat lontong, sehingga penggunaan daun pisang ikut meningkat.

Paiman mengaku harga jual daun pisang masih stabil, berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per lipatan. Ia menyebut keuntungan yang diperoleh cukup membantu untuk menghidupi keluarga.

“Alhamdulillah, lumayan bang untuk kebutuhan anak istri,” ujarnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN