Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

HMI Cabang Medan Tagih Janji Rico Waas Tuntaskan Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan

Mistar.idSelasa, 6 Januari 2026 pukul 20.12 WIB
hmi_cabang_medan_tagih_janji_rico_waas_tuntaskan_lapangan_merdeka_dan_stadion_teladan

Ketua Bidang Pembangunan dan Demokrasi HMI Medan, Ilham Panggabean, saat menggelar aksi di depan Pemko Medan, beberapa waktu lalu. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan menilai janji Wali Kota Medan, Rico Waas, yang menyatakan pembangunan Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan akan rampung pada akhir tahun 2025 telah mencederai kepercayaan publik.

Pasalnya, sampai saat ini dua proyek strategis tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang dapat dipertanggungjawabkan secara serius kepada masyarakat.

“Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan merupakan simbol ruang publik dan kebanggaan warga Kota Medan. Tapi sampai sekarang belum selesai juga seperti yang dijanjikan wali kota,” ujar Ketua Bidang Pembangunan dan Demokrasi HMI Medan, Ilham Panggabean, Selasa (6/1/2026).

Ilham menegaskan janji politik bukan sekadar narasi di ruang kampanye atau pernyataan di hadapan media, melainkan kontrak moral antara pemimpin dan rakyat.

“Ketika seorang wali kota menetapkan tenggat waktu terhadap proyek besar, maka ia wajib menunjukkan kinerja, transparansi dan progres yang terukur. Keterlambatan ini memunculkan pertanyaan besar, apakah Pemko Medan benar-benar bekerja atau sekadar memproduksi harapan tanpa kepastian,” katanya.

Dijelaskannya, ketika proyek-proyek ini mangkrak dan tak kunjung selesai, yang dirugikan bukan hanya anggaran daerah, tetapi juga hak warga Kota Medan untuk menikmati fasilitas publik yang layak.

“Ini mencerminkan kegagalan dalam tata kelola pembangunan kota, ini tidak boleh dibiarkan. Pemko Medan wajib membuka secara transparan progres pekerjaan, hambatan yang dihadapi, serta penggunaan anggaran pembangunan kedua proyek tersebut. Tanpa keterbukaan dan akuntabilitas, janji wali kota hanya akan menjadi simbol lemahnya kepemimpinan publik,” ucapnya.

Oleh karena itu, HMI Cabang Medan menyatakan sikap akan melakukan aksi dan membawa persoalan ini ke ruang publik sebagai bagian dari kontrol sosial.

“Kami menuntut Wali Kota Medan untuk bertanggung jawab kepada rakyat dan tidak lari dari janji yang telah ia ucapkan sendiri. Kota Medan tidak membutuhkan pemimpin yang pandai berjanji, tetapi pemimpin yang mampu menepati dan menyelesaikan,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN