Harga Tiket PRSU Mahal, Rudi Alfahri: Jangan Bisniskan Rakyat

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/7/2026)- Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, menyoroti tarif tiket masuk pada program Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang dinilai dibanderol dengan harga mahal.
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya melakukan bisnis atau memainkan peran mencari keuntungan melalui masyarakat pada tarif tiket PRSU. Sebab, pelaksanaan PRSU ke-50 merupakan wadah pelaksanaan promosi.
“Pemerintah tidak boleh berbisnis dengan masyarakat, ini adalah ajang promosi. Kalau memang tujuannya untuk promosi, masyarakat harus diberikan kemudahan untuk hadir, tidak mesti gratis, tetapi ada pertimbangan harga tiket yang rasional dan bisa masuk kepada pasar masyarakat,” ucapnya pada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
Ia menekankan, pada umumnya, pemerintah dam masyarakat luas harus mengetahui esensi dan makna dari maksud kehadiran PRSU ini. Sejatinya, ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wadah promosi.
“Kita harus memahami esensi dari pelaksanaan PRSU ke-50 kali ini. PRSU itu adalah promosi, kita pahami juga promosi itu apa. Karena sebagian besar pelaksanaan ini juga pakai APBD, jadi sudah seharusnya target utamanya bukan dari tarif atau tiket masuk,” ujarnya
Ia menegaskan, pelaksanaan PRSU ini seharusnya berperan dengan bagaimana caranya dapat mempromosikan suatu ciri khas baik dari segi UMKM, kebudayaan, hingga destinasi pariwisata yang ditunjukkan disetiap pavilion daerah yang ada.
“Dengan adanya tarif ataupun tiket masuk yang cukup mahal, tentunya itu sudah tidak sesuai dengan tujuan PRSU. Memang kita ingin adanya pendapatan daerah, tetapi bukan itu tujuan utamanya. Jadi kalau masyarakat enggan hadir karena tiket mahal, artinya kita bukan sedang mempromosikan UMKM, tetapi menghambat perkembangan UMKM,” ucapnya.
Ia menekankan.m, ukuran dari keberhasilan dari program ini bukan keuntungan dari terlaksanakannya penjualan tiket. Tetapi sejauh mana nilai transaksi pada kegiatan tersebut, khususnya pada sektor UMKM maupun kerajinan tangan.
Ia menyarankan kepada Pemerintah Peovinsi Sumut untuk mengadaptasi beberapa pelaksanaan pagelaran pekan raya yang sukses di luar pelaksanaan PRSU ke-50. Pasalnya, beberapa kegiatan pagelaran sukses bukan karena ramainya pengunjung, tetapi dengan sajian yang menarik dan kreatififas yang dapat mengundang perhatian masyarakat.
“UMKM itu tidak gratis, mereka di itu juga hadir menggunakan biaya awal untuk operasional. Mereka sudah bayar dan mekuarkan modal. Jadi kalau pengunjung itu sedikit karna tiket mahal, maka akan sulit potensi untuk meraup keuntungan,” tuturnya.
Diketahui, panitia pelaksana PRSU ke-50 menetapkan biaya tarif tiket masuk bagi masyarkat sebesar Rp35.000 hingga Rp75.000 untuk area konser. (*)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER























