Gerindra Sumut: Pemerintah Sudah Punya Strategi Atasi Kondisi Ekonomi

Wakil Ketua Gerindra Sumut sekaligus Ketua Komisi E DPRD Sumut, Muhammad Subandi, saat memberikan keterangan di ruangannya, Senin (15/6/2026). (Foto: Ari/Mistar)
Lebih lanjut, ia menilai ketahanan pangan menjadi faktor penting yang membuat Indonesia lebih siap menghadapi gejolak ekonomi global. Menurutnya, selama kebutuhan pokok dalam negeri dapat dipenuhi, tekanan akibat pelemahan rupiah tidak akan terlalu berdampak besar.
“Bayangkan jika ketahanan pangan kita lemah dan harus membeli beras dari luar negeri dengan dolar yang tinggi. Tentu itu akan menjadi beban besar bagi negara. Namun saat ini stok pangan relatif cukup dan kebutuhan masyarakat masih bisa dipenuhi,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah selama sektor pangan nasional tetap terjaga.
Lebih jauh, ia juga menyoroti persoalan distribusi minyak goreng rakyat, Minyakita. Ia menduga masih banyak perusahaan yang belum memenuhi kewajiban menyediakan pasokan sesuai ketentuan pemerintah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab Minyakita kerap sulit ditemukan di pasaran dan memicu kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Sudah ada ketentuan perusahaan harus menyediakan sebagian produksinya untuk program Minyakita. Namun belum banyak yang benar-benar menjalankan kewajiban itu. Ini yang harus ditindak agar harga minyak goreng tetap terkendali sesuai HET Rp16.500 per liter,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika aturan tersebut dijalankan secara konsisten dan pemerintah bertindak tegas terhadap pelanggaran, maka pasokan Minyakita akan lebih terjamin dan harga minyak goreng dapat tetap stabil di tengah dinamika ekonomi yang terjadi. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
ATOMAN Minta Polisi dan BK DPRD Medan Tindaklanjuti Kasus AT






















