Saturday, November 7, 2026
home_banner_first
MEDAN

DHD '45 Sumut Gelar Pameran 2.000 Buku Lawas Perdana di Medan

Mistar.idSabtu, 7 November 2026 pukul 17.25 WIB
dhd_45_sumut_gelar_pameran_2000_buku_lawas_perdana_di_medan

Pameran buku lawas di Gedung Juang 45, Medan. (Foto: Susan/Mistar)

Medan, MISTAR.ID (7/11/2026) – Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Sumatera Utara (DHD '45 Provsu) menggelar pameran buku lawas di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda Nomor 17, Kota Medan. Pameran perdana bertema Literasi Kebangsaan ini bertujuan merawat ingatan sejarah, meningkatkan literasi, serta meneguhkan semangat kebangsaan. Kegiatan berlangsung pada 4–8 November 2026.

Ketua DHD '45 Provsu, Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa pameran tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Menurutnya, pemilihan Gedung Juang 45 sebagai lokasi pameran sangat relevan untuk mengajak masyarakat kembali mengenang sejarah perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

“Kegiatan hari ini adalah pameran buku-buku lawas. Rata-rata buku lawasnya adalah buku-buku zaman sebelum 45 malah, yang menjelaskan sejarah perjuangan bangsa kita dalam merebut kemerdekaan,” katanya kepada Mistar, Sabtu (7/11/2026).

Ia menambahkan, sasaran utama pameran ini adalah guru, mahasiswa, dan pelajar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan minat generasi muda terhadap literasi sejarah semakin meningkat dan dapat menjadi sarana pembelajaran.

“Kita mengundang para guru, mahasiswa dan pelajar agar menjadi pembelajaran bagi mereka untuk menggali apa saja dari buku lawas. Intinya literasi bisa tertular kepada generasi muda,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Agus Marwan, mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 buku lawas dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Buku-buku itu memiliki keunikan tersendiri, mulai dari koleksi klasik hingga buku yang tergolong kuno karena diterbitkan sejak 1903.

“Jadi tidak hanya soal isi dari buku-buku ini, tapi juga kita memberikan makna terkait dengan melihat bagaimana buku-buku pada masa lampau. Selain itu, kita mencoba memperkuat ingatan sejarah, mumpung dalam rangka Hari Pahlawan Nasional juga,” ujarnya.

Koleksi buku lawas tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan sejumlah kolektor lokal serta dari koleksi pribadi. Panitia menyebutkan, pameran buku lawas semacam ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kota Medan. Ke depannya, kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin DHD '45 Provsu.

“Ini perdana, awal. Dan untuk di Medan, saya kira untuk pameran buku lawas belum pernah ada. Kita yang awal menginisiasi. Kita rencanakan minimal setahun sekali, tapi tergantung momentumnya. Bisa juga nanti dua tahun sekali,” katanya.

Bendahara DHD '45 Provsu, Novan Efendy Siregar, turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengunjungi pameran tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Utara, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Meski sempat terkendala keterbatasan tempat sehingga jumlah buku yang dipamerkan belum mencapai target awal, kegiatan perdana ini dinilai berhasil menarik perhatian berbagai kalangan.

“Selama ini orang mungkin melihat buku lawas dari digital atau Google, tapi ini bisa melihat secara langsung bukunya. Dan mengumpulkan 2.000 buku ini bukan hanya satu atau dua hari saja. Harusnya 5.000 buku, namun keterbatasan tempat. Ke depan mudah-mudahan akan kita perbaiki lagi,” tutur Novan.

Ia berharap pameran tersebut dapat menumbuhkan kesadaran sejarah sekaligus memperkuat literasi kebangsaan di tengah masyarakat luas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN