Pengamat: Tantangan Administrasi dan Pembiayaan Dibalik Dorongan Rumah Sakit Tingkatkan Layanan Kesehatan

Pengamat Kesehatan, Destanul Aulia. (foto: Berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pengamat Kesehatan, Destanul Aulia menyoroti pernyataan yang beredar, jika orientasi rumah sakit saat ini adalah 100 persen bisnis lantaran persoalan administrasi dan pembiayaan kerap jadi kendala pemberian tindakan kepada pasien.
Namun, dirinya melihat dorongan yang dilakukan pemerintah kepada rumah sakit untuk meningkatkan layanan kesehatan, tetapi dibalik itu semua ada tantangan yang juga dihadapi seperti administrasi dan pembiayaan.
Destanul menegaskan pemerintah perlu terus mendorong agar rumah sakit milik kota, kabupaten, dan provinsi semakin aktif meningkatkan mutu layanan, aksesibilitas, serta kepercayaan masyarakat.
Selain itu, rumah sakit pemerintah harus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sumatera Utara agar ketika mengalami sakit, rumah sakit pemerintah bukan sekadar fasilitas rujukan terakhir.
"Maka sistem pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih seimbang antara keberlanjutan finansial, kepatuhan regulasi, dan pemenuhan hak masyarakat atas layanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan," ujarnya kepada Mistar, Rabu (11/2/2026).
Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara itu juga melihat tantangan lainnya yang sering muncul bukan semata pada niat pelayanan, melainkan pada persoalan administrasi dan pembiayaan.
Tidak jarang rumah sakit menghadapi klaim pending, klaim dispute, hingga hasil audit BPJS Kesehatan yang mewajibkan pengembalian dana, yang secara langsung mempengaruhi arus kas rumah sakit.
"Dinamika cash flow BPJS yang fluktuatif membuat manajemen rumah sakit harus sangat berhati-hati, dalam pengambilan keputusan operasional agar tidak terjadi krisis keuangan yang justru berpotensi mengganggu pelayanan pasien," ucapnya.
Menurutnya, rumah sakit tidak dapat sepenuhnya bergantung pada satu sumber pembiayaan saja. Diversifikasi sumber pendapatan, efisiensi operasional, serta penguatan layanan unggulan, jadi langkah strategis agar pelayanan tetap berjalan optimal tanpa mengorbankan aspek sosial.





















