Pelayanan Kesehatan Dianggap Bisnis, Pengamat Kesehatan: Tidak Semata Cari Keuntungan Finansial

Pengamat Kesehatan, Destanul Aulia. (foto: Berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pengamat Kesehatan, Destanul Aulia menanggapi sebuah pernyataan yang beredar mengenai 'orientasi rumah sakit saat ini adalah 100 persen bisnis'. Menurutnya, pernyataan tersebut perlu diluruskan.
"Terminologi bisnis dalam konteks pengelolaan rumah sakit, tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya mencari keuntungan finansial saja," ujarnya kepada Mistar, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, yang dimaksud dengan pendekatan bisnis adalah kemampuan rumah sakit untuk mempertahankan keberlanjutan layanan kesehatan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang tercantum.
"Nilai tersebut seperti dalam visi, misi, dan tujuan institusi, yakni memberikan pelayanan yang bermutu, berkeadilan, dan berorientasi pada keselamatan pasien," tuturnya.
Rumah Sakit, dikatakan Destanul, sebagai organisasi pelayanan publik yang kompleks, harus mampu menjaga keseimbangan antara misi sosial dan keberlangsungan operasional.
Dalam praktiknya, rumah sakit menghadapi beban biaya operasional yang sangat besar, mulai dari sumber daya manusia, obat dan alat kesehatan, pemeliharaan teknologi medis, hingga standar mutu dan akreditasi.
"Maka rumah sakit dituntut untuk mampu mengelola pembiayaan secara sehat agar dapat terus beroperasi tanpa melanggar ketentuan yang berlaku," ucapnya.
Di sisi lain, regulasi tetap mengatur fungsi sosial rumah sakit, seperti kewajiban rumah sakit pemerintah menyediakan minimal 30 persen tempat tidur dan rumah sakit swasta sebesar 20 persen untuk masyarakat kurang mampu dan kepatuhan sistem pembiayaan BPJS Kesehatan.
PREVIOUS ARTICLE
Bahaya Whip Pink, Berikut Dampak Buruknya bagi TubuhBERITA TERPOPULER























