Friday, July 24, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dinkes Sumut Dukung Strategi Penemuan Kasus TB Terintegrasi Skrining CKG

Mistar.idJumat, 24 Juli 2026 pukul 19.34 WIB
dinkes_sumut_dukung_strategi_penemuan_kasus_tb_terintegrasi_skrining_ckg_

Kadinkes Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy. (foto: berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendukung percepatan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kepala Dinkes Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, mengatakan upaya strategi itu menjadi bagian dalam mengantisipasi penularan dan penyebaran penyakit TB di lingkungan masyarakat.

"Dinkes Sumut baru menemukan sekitar 26 ribu kasus penderita penyakit TB atau persentasenya mencapai 35 persen dari target yang telah ditetapkan," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada Mistar, Jumat (24/7/2026).

Dijelaskan Faisal, Dinkes Sumut memiliki target penemuan kasus TB dan menangani para penderita kurang lebih 74 ribu kasus. Namun, dirinya mengakui jika angka penemuan kasus di Sumut masih rendah.

Faisal mengatakan hal itu menjadi tantangan besar pihaknya, mengingat kendala yang juga dialami Dinkes Sumut yaitu pembiayaan dalam kegiatan penemuan kasus TB di lapangan.

Hadirnya pemerintah pusat, dikatakan Faisal, turut membantu mengalokasikan dana swakelola untuk tracing atau pelaksanaan pelacakan kontak TB di seluruh kabupaten dan kota di Sumut pada tahun ini.

"Dukungan anggaran dari pemerintah pusat jadi penyemangat baru untuk para kader TB dan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus TB di lingkungan masyarakat," ucapnya.

Melalui dukungan anggaran, Dinkes Sumut berharap mampu menemukan capaian kasus TB sampai 90 persen di tahun 2026 dan nantinya bantuan dana akan disalurkan ke semua daerah di Sumut, khususnya insentif petugas.

Ia optimistis mampu mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) milik Presiden, dalam mengatasi permasalah kasus penyakit TB di Indonesia yang saat ini menduduki peringkat dua dunia.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN