Beredar Hasil Lab MBG Berastagi Positif Mengandung Bakteri, Dinkes Sumut Angkat Bicara

MBG yang dikonsumsi siswa-siswi di Berastagi, Kabupaten Karo. (Foto: Dok. Tiktok @r.sinulingga5)
Medan, MISTAR.ID – Hasil uji laboratorium terhadap sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan keracunan massal ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, beredar di media sosial. Dari hasil pemeriksaan tersebut, sejumlah sampel dinyatakan positif mengandung bakteri.
Berdasarkan surat bernomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 menunjukkan ada 11 jenis sampel diperiksa, di antaranya nasi dari sekolah, nasi dari dapur, ikan dencis pakai saus dari sekolah, ikan dencis pakai saus dari dapur, tahu goreng pakai saus dari sekolah dan dapur, sayur dari sekolah, sayur dari dapur, buah melon dari sekolah, buah melon dari dapur, serta sampel muntahan atas nama Mutiara.
Dari hasil pemeriksaan, nasi dari sekolah dinyatakan positif Bacillus cereus. Kemudian ikan dencis pakai saus yang berasal dari sekolah positif Staphylococcus aureus.
Sampel melon dari sekolah juga dinyatakan positif Escherichia coli (E. coli). Sementara sampel muntahan siswi Mutiara positif Staphylococcus Aureus.
Adapun sejumlah sampel lainnya menunjukkan hasil negatif pada setiap parameter pengujian.
Hasil uji laboratorium sampel MBG tersebut telah diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo pada 16 Agustus 2026.
Menanggapi hasil uji lab tersebut, Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, meminta wartawan menanyakan langsung hasil uji laboratorium tersebut kepada Dinkes Kabupaten Karo.
“Kalau penjelasan ataupun penyampaian tentang hasil (uji laboratorium) itu baiknya kalian tanyakan ke Dinkes Karo,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (8/9/2026).
Hamid membenarkan pemeriksaan sampel MBG yang berkaitan dengan keracunan massal tersebut dilakukan Dinkes Sumut melalui Laboratorium Kesehatan Sumut.
Namun, pengajuan uji laboratorium dilakukan Dinkes Kabupaten Karo secara tertulis kepada Dinkes Sumut. Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian secara resmi disampaikan kepada Dinkes Kabupaten Karo.
“Artinya yang punya kepentingan ini Dinkes Kabupaten Karo. Jadi, kami kira lebih tepat nanya ke Dinkes Kabupaten Karo untuk penjelasan lebih detail,” katanya.[]




































