Tuesday, September 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Seluruh Puskesmas di Tapteng Bagikan Masker Gratis

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 21.11 WIB
antisipasi_dampak_erupsi_gunung_anak_krakatau_seluruh_puskesmas_di_tapteng_bagikan_masker_gratis

Petugas Puskesmas Tukka membagikan masker gratis kepada warga. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menginstruksikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk bergerak cepat membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, mengatakan pembagian masker tersebut dilakukan sebagai upaya perlindungan dini untuk menjaga kesehatan masyarakat dari potensi dampak abu vulkanik.

Langkah itu merupakan tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Pembagian masker ini merupakan aksi nyata pencegahan dini untuk melindungi kesehatan masyarakat,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, paparan abu vulkanik dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Karena itu, seluruh Kepala Puskesmas di Tapteng telah diminta membagikan masker secara gratis kepada warga, terutama di tempat-tempat umum dan titik-titik keramaian.

Selain membagikan masker, petugas kesehatan juga diminta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari paparan abu vulkanik. “Selain pembagian masker secara masif di tempat-tempat umum dan titik keramaian, Dinas Kesehatan juga menyiagakan seluruh pos pelayanan kesehatan,” katanya.

Lisnawati mengatakan pihaknya juga memastikan kesiapan logistik dan pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan masker, tabung oksigen, serta obat-obatan esensial untuk menangani gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, warga diminta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, mengenakan kacamata pelindung, serta menggunakan pakaian berlengan panjang.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Lisnawati mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan dampak abu vulkanik.

“Kami mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Apabila mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, sesak napas, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN