Warga Italia Mogok Kerja, Protes Biaya Hidup dan Belanja Militer

Massa menggelar demonstrasi di berbagai kota di Italia. (Foto: Reuters/Mistar)
Roma, MISTAR.ID - Puluhan ribu pekerja dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di berbagai wilayah Italia pada Jumat waktu setempat. Mereka menyuarakan tuntutan kenaikan upah, perbaikan layanan publik, serta menolak lonjakan biaya hidup dan peningkatan anggaran militer.
Mengutip Reuters, Sabtu (31/10/2026), aksi tersebut melibatkan puluhan ribu orang dari berbagai kelompok masyarakat, terutama kalangan pekerja dan pelajar.
Serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base (USB), menginisiasi mogok kerja nasional selama 24 jam. Aksi ini diikuti rencana demonstrasi di lebih dari 40 kota di Italia.
Berbeda dengan kerusuhan yang terjadi pada awal bulan ini, ketika sejumlah demonstran terlibat bentrokan dengan polisi, penjarahan toko, hingga perusakan fasilitas umum, sebagian besar demonstrasi kali ini berlangsung kondusif. Meski demikian, ketegangan masih terjadi di sejumlah titik.
Di Turin, aparat kepolisian mengerahkan meriam air untuk membubarkan kelompok pelajar dan aktivis sayap kiri yang bergerak mendekati barikade pengamanan di sekitar gedung prefektur.
Sementara di Roma, ribuan demonstran melakukan long march melewati kawasan Colosseum. Mereka bahkan berencana mendirikan tenda dan melanjutkan aksi hingga akhir pekan. Dalam demonstrasi tersebut, sejumlah tempat sampah diletakkan di tengah jalan dan dibakar.
Situasi kembali memanas pada malam hari. Berdasarkan laporan kantor berita Italia, ANSA, sekelompok demonstran berusaha bergerak menuju gedung parlemen sehingga aparat kepolisian kembali menggunakan meriam air untuk menghalau massa.
Sebanyak delapan orang dilaporkan ditahan setelah beberapa kali berupaya menerobos barikade polisi.
Aksi serupa juga berlangsung di Milan. Para demonstran berbaris menuju jalan lingkar kota dan mengakhiri perjalanan di depan kampus Politecnico di Milano. Dalam aksi itu, sejumlah peserta membawa suar dan membakar beberapa benda.
Di Genoa, sekitar 15.000 pekerja pelabuhan, mahasiswa, dan kelompok demonstran lainnya berkumpul di kawasan pelabuhan. Aksi tersebut turut menyuarakan penolakan terhadap pemanfaatan pelabuhan sebagai jalur pengiriman senjata.
Para demonstran juga menyoroti korban jiwa di kalangan pelaut akibat berbagai konflik, mulai dari kawasan Teluk hingga Laut Hitam.
Gelombang demonstrasi di Italia ini berlangsung di tengah meningkatnya aksi protes di sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania. Beragam aksi tersebut dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap persoalan ekonomi, terutama kenaikan biaya hidup.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER











































