Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Trump, Presiden Israel Berterima Kasih Bantu Perang Lawan Iran

Mistar.idMinggu, 14 Juni 2026 16.17
journalist-avatar-top
ucapkan_selamat_ulang_tahun_ke_trump_presiden_israel_berterima_kasih_bantu_perang_lawan_iran

Presiden Israel, Israel Herzog. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden Israel, Isaac Herzog, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang genap berusia 80 tahun, Minggu (14/6/2026).

Dalam pesannya, Herzog juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Washington terhadap Israel di tengah konflik yang melibatkan Iran.

Melalui unggahan di media sosial X, Herzog menyebut masyarakat Israel menghargai kepemimpinan Trump, serta komitmennya terhadap keamanan negara tersebut.

Menurut Herzog, dukungan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump dinilai penting dalam menghadapi berbagai ancaman yang dihadapi Israel. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas upaya yang dilakukan pemerintah AS dalam membantu pembebasan warga Israel yang sebelumnya disandera.

Selain menyampaikan ucapan selamat, Herzog berharap hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Israel terus diperkuat. Ia juga mendoakan agar Trump dapat berperan dalam mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Semoga Anda terus memimpin upaya menuju perdamaian dan keamanan serta memperkuat kemitraan unik antara Amerika Serikat dan Israel," tulis Herzog.

Perayaan ulang tahun Trump tahun ini menjadi sorotan publik. Presiden AS tersebut dijadwalkan menghadiri acara bertajuk "UFC Freedom 250" yang digelar di kawasan Gedung Putih.

Untuk acara tersebut, sebuah arena pertarungan khusus telah dibangun di South Lawn Gedung Putih dan akan menjadi lokasi pertandingan bela diri yang menampilkan sejumlah petarung UFC.

Namun, rencana perayaan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak. Mereka menilai penyelenggaraan acara besar di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik dengan Iran dianggap kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN