Qatar Dorong Perdamaian Konflik Iran, Dukung Mediasi Oman

Pasukan keamanan dan personel darurat bekerja di lokasi serangan udara Amerika Serikat–Arab Saudi yang menargetkan sebuah pangkalan milik Pasukan Mobilisasi Populer (Popular Mobilization Forces/PMF) di Provinsi Diyala, Irak, pada 29 Juli. (foto: Younis Al-Bayati/AFP via Getty Images/mistar)
Doha, MISTAR.ID
Qatar menyerukan penghentian eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah serta mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi. Pemerintah Qatar berharap kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat melalui upaya mediasi yang sedang berlangsung.
Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa (4/8/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari mengatakan negaranya terus menyerukan deeskalasi dan dialog untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Al-Ansari menyebut Qatar secara khusus mendukung upaya mediasi Oman dan berharap kesepakatan dapat tercapai dalam beberapa jam atau beberapa hari mendatang.
Ia menjelaskan, hingga kini belum ada pembicaraan langsung antara pihak-pihak yang terlibat konflik. Namun, para mediator terus melakukan komunikasi dan bertukar rancangan kesepakatan, sebagaimana yang telah berlangsung sejak konflik dimulai pada Februari lalu.
Menurut Al-Ansari, jalur diplomasi menjadi pilihan utama untuk mengakhiri konflik dan mencegah meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Selain membahas upaya perdamaian, Qatar juga menyoroti situasi di Jalur Gaza. Al-Ansari menilai serangan terbaru Israel yang menyebabkan lebih dari 30 orang tewas merupakan tindakan yang dapat meningkatkan eskalasi serta menghambat pelaksanaan rencana perdamaian.
Ia mengatakan komunitas internasional dapat melihat pihak yang menghambat pelaksanaan kesepakatan tersebut dan menyebut tanggung jawab berada di pihak Israel.
Qatar juga menyerukan agar Israel menarik diri dari seluruh wilayah yang didudukinya sesuai dengan hukum internasional. Menurut Al-Ansari, pendudukan tidak dapat dibenarkan dengan alasan keamanan, baik saat ini maupun di masa lalu.
Sementara terkait Selat Hormuz, Qatar menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di jalur laut strategis tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi global yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Al-Ansari mengatakan Selat Hormuz harus kembali beroperasi seperti biasa. Qatar berpandangan bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan oleh negara-negara di kawasan melalui dialog. (*)























