PM Tailan Janji Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah

Polisi Tailan melakukan olah TKP di lokasi kejadian (foto: getty images via bbc)
Bangkok, MISTAR.ID - Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul berjanji memperketat aturan pembawaan senjata api di tempat umum setelah penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi menewaskan delapan orang.
Mengutip BBC, Anutin mengatakan pemerintah akan menyiapkan aturan baru yang hanya mengizinkan pejabat pemerintah yang sedang bertugas membawa senjata api di tempat umum.
Anutin menegaskan tragedi tersebut seharusnya tidak terjadi. Ia juga mempertanyakan bagaimana penembakan yang melibatkan remaja berusia 14 tahun itu bisa terjadi di Tailan.
"Saya tidak hanya merasa sedih atas para korban, tetapi juga merasa sedih karena hal ini terjadi. Bagaimana ini bisa terjadi di negara kita?" kata Anutin.
Rencana pengetatan aturan tersebut menjadi sorotan karena senjata yang digunakan pelaku dilaporkan merupakan milik kakeknya. Polisi menyebut senjata itu terdaftar secara legal dan memiliki izin.
Polisi juga menemukan tanda-tanda bahwa senjata tersebut pernah dicari di kamar tidur sang kakek. Fakta ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap senjata yang dimiliki secara legal.
Tailan memiliki sekitar 10,3 juta senjata api dalam kepemilikan sipil. Sekitar empat juta di antaranya diperkirakan dimiliki secara ilegal. Meski memiliki aturan ketat, penegakan hukum terkait kepemilikan senjata masih menjadi persoalan.
Anutin sebelumnya telah mendorong sejumlah kebijakan pengendalian senjata saat menjabat sebagai menteri dalam negeri, termasuk penghentian sementara penerbitan izin senjata baru dan pembatasan impor.
Kini, setelah tragedi tersebut, pemerintah Tailan kembali didorong untuk memperketat pengawasan senjata api, termasuk membatasi siapa yang diperbolehkan membawanya di ruang publik. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Saudi, Turki, Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Bersama























