Antisipasi Topan Dolphin, China Tutup Pelabuhan dan 162 Rute Feri

Foto udara yang dirilis Kantor Berita Xinhua, sejumlah kapal nelayan berlindung di sebuah pelabuhan menjelang Topan Dolphin di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur, Jumat (7/8/2026). (foto: wang jianmin/xinhua via ap)
Beijing, MISTAR.ID - China memperketat langkah antisipasi menghadapi Topan Dolphin yang diperkirakan mendarat di pesisir timur negara itu pada Minggu (9/8/2026) malam hingga Senin (10/8/2026) pagi. Pelabuhan ditutup, ratusan kapal diamankan, sementara sekolah dan sejumlah destinasi wisata dihentikan operasionalnya.
Topan Dolphin membawa angin berkelanjutan hingga sekitar 162 kilometer per jam dengan hembusan yang mencapai 216 kilometer per jam. Badai ini diperkirakan mendarat di antara Kota Zhoushan, Provinsi Zhejiang, dan Kota Fuding, Provinsi Fujian.
Pemerintah China menaikkan status respons darurat menghadapi topan menjadi level III, yang merupakan tingkat kedua terendah. Zhejiang dan Fujian juga meningkatkan langkah pencegahan karena badai berpotensi memicu banjir besar dan tanah longsor.
Zhejiang bahkan menghentikan seluruh operasi pelabuhan dan menutup 162 rute feri penumpang. Sebanyak 193 proyek lepas pantai dihentikan, sementara 474 kapal konstruksi diarahkan kembali ke pelabuhan untuk berlindung.
Otoritas maritim Zhejiang juga telah mengeluarkan 86.000 pesan peringatan dini dan melakukan pemeriksaan terhadap 24.000 kapal. Kapal tunda berdaya tinggi disiagakan untuk menghadapi kemungkinan operasi penyelamatan.
Di Fujian, sebanyak 115 proyek konstruksi lepas pantai dihentikan dan 290 kapal konstruksi dipindahkan ke perairan yang lebih aman. Sejumlah rute feri di wilayah utara Quanzhou juga dihentikan.
Dampak Topan Dolphin juga mulai meluas ke transportasi udara dan darat. Bandara Internasional Ningbo Lishe di Zhejiang dijadwalkan menghentikan operasional mulai Sabtu (8/8/2026) malam dan menangguhkan seluruh penerbangan pada Minggu. Sejumlah layanan kereta di kawasan Delta Sungai Yangtze juga akan dihentikan mulai Minggu.
Di Kota Ningbo, sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya ditutup selama akhir pekan. Berbagai destinasi wisata di Zhejiang juga ditutup pada Sabtu dan Minggu, termasuk seluruh kegiatan wisata berbasis perairan seperti feri dan kapal pesiar. Sekitar 800 kapal telah bersandar di pelabuhan Ningbo sebagai langkah antisipasi.
Ancaman terbesar dari Dolphin bukan hanya angin kencang, tetapi juga hujan ekstrem. Hujan deras dengan intensitas tinggi diprediksi mengguyur wilayah China bagian timur hingga 12 Agustus. Sejumlah wilayah di Zhejiang bahkan berpotensi menerima curah hujan lebih dari 600 milimeter. Shanghai dan sejumlah provinsi di sekitarnya juga berada dalam jalur dampak badai.
Topan Dolphin sebelumnya menerjang Prefektur Okinawa, Jepang, pada Sabtu. Sedikitnya enam orang terluka dan lebih dari 50.000 bangunan mengalami pemadaman listrik. Sejumlah penerbangan domestik menuju dan dari Okinawa juga dibatalkan.
China kini bersiap menghadapi dampak lanjutan badai tersebut ketika Dolphin bergerak menuju pesisir timur. Otoritas setempat menginstruksikan pemantauan ketat, penyampaian peringatan dini, serta evakuasi dan relokasi warga di wilayah yang berisiko. (*)
PREVIOUS ARTICLE
PM Tailan Janji Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah




















