Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Mojtaba Khamenei Diklaim ‘Menghilang’ Menjelang Perundingan Perang

Mistar.idSenin, 11 Mei 2026 pukul 10.24 WIB
mojtaba_khamenei_diklaim_menghilang_menjelang_perundingan_perang

Mojtaba Khamenei. (Foto: X/@Iam_Mian)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, belum juga muncul di hadapan publik dan tetap bungkam soal proses negosiasi perang dengan Amerika Serikat-Israel.

Ketidakhadiran Motjaba memicu kegelisahan di Iran. Kalangan garis keras mulai mempertanyakan siapa yang sebenarnya mengendalikan arah perundingan dengan pihak luar.

Sejarawan dari Yale University, Arash Azizi, menilai pendukung pemerintah khawatir tokoh-tokoh yang lebih moderat, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, akan memberikan terlalu banyak konsesi kepada Amerika Serikat tanpa pengawasan langsung dari Pemimpin Tertinggi.

"Mereka bertanya-tanya di mana dia berada. Mereka kecewa melihat Ghalibaf dan tim Dewan Keamanan Nasional memimpin negosiasi dan memberikan terlalu banyak konsesi," ucap Azizi, seperti dikutip The Wall Street Journal, Senin (11/5/2026).

Dalam sejarah Republik Islam Iran, Pemimpin Tertinggi selalu memegang peran sentral dalam keputusan strategis, mulai dari Iran-Iraq War hingga kesepakatan nuklir 2015.

Untuk meredam spekulasi, pemerintah Iran mulai memberikan sinyal bahwa Mojtaba masih aktif. Presiden Masoud Pezeshkian mengaku baru saja bertemu dengan Mojtaba selama dua setengah jam. Namun, pernyataan itu dinilai lebih sebagai upaya menepis rumor tentang kondisi kesehatannya.

Asisten profesor di University of Tennessee, Saeid Golkar, menilai langkah tersebut bertujuan meyakinkan publik bahwa Mojtaba hanya menghindari sorotan demi alasan keamanan.

“Ini penting karena Republik Islam sedang mengupayakan kesepakatan,” ujar Golkar.

Sementara itu, pejabat senior kantor Pemimpin Tertinggi, Mazaher Hosseini, mengungkapkan Mojtaba mengalami cedera pada lutut dan punggung akibat serangan udara. Meski demikian, ia memastikan kondisi Mojtaba tetap baik.

Menurut Hosseini, pihak berwenang sengaja tidak merilis rekaman suara atau video karena khawatir materi tersebut dimanfaatkan musuh untuk kepentingan propaganda. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN