Saturday, June 27, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pemerintah Iran Pastikan Mojtaba Khamenei Baik-baik Saja

Mistar.idSenin, 11 Mei 2026 pukul 15.06 WIB
pemerintah_iran_pastikan_mojtaba_khamenei_baikbaik_saja

Mojtaba Khamenei. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID

Pemerintah Iran berupaya meredam spekulasi mengenai kondisi dan keberadaan Mojtaba Khamenei dengan mengumumkan bahwa pemimpin tertinggi berusia 56 tahun itu telah memberikan arahan baru kepada militer.

Informasi tersebut muncul setelah laporan intelijen United States menyebut kondisi kesehatan dan peran Mojtaba di pemerintahan masih belum sepenuhnya jelas sejak ia dilaporkan terluka dalam serangan pada awal konflik.

Televisi pemerintah Iran pada Minggu (10/5/2026) melaporkan kepala komando pusat militer Iran, Ali Abdollahi, telah bertemu dengan Mojtaba Khamenei. Dalam pertemuan itu, Mojtaba disebut memberikan arahan dan panduan baru untuk melanjutkan operasi menghadapi musuh.

Meski demikian, media pemerintah tidak menjelaskan kapan pertemuan tersebut berlangsung.

Kantor berita semi-resmi Fars News Agency juga memberitakan hal serupa. Dalam laporannya, Abdollahi yang memimpin Khatam al-Anbiya Central Headquarters menyampaikan laporan terkait kesiapan angkatan bersenjata Iran.

“Angkatan bersenjata siap menghadapi tindakan apa pun dari musuh Amerika-Zionis (Israel). Jika musuh melakukan kesalahan apa pun, respons Iran akan cepat, keras, dan tegas,” kata Abdollahi seperti dikutip Fars, Senin (11/5/2026).

Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret lalu, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Sejak dilantik, Mojtaba belum pernah tampil langsung di hadapan publik dan hanya menyampaikan pernyataan tertulis. Kondisi itu memicu berbagai spekulasi mengenai kesehatan serta tingkat pengaruhnya dalam struktur kekuasaan Iran.

CNN sebelumnya melaporkan bahwa intelijen AS menilai Mojtaba kemungkinan tetap memainkan peran penting dalam strategi perang dan proses negosiasi Iran dengan Washington. Namun, laporan tersebut juga menyebut otoritas yang sebenarnya di dalam pemerintahan Iran masih belum sepenuhnya jelas.

Dalam laporan yang sama, Mojtaba disebut mengalami luka serius pada awal konflik dan masih menjalani perawatan medis. Ia juga dilaporkan membatasi penggunaan komunikasi elektronik dan hanya berhubungan langsung dengan orang-orang tertentu atau melalui kurir pesan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN