Media Israel Klaim Mojtaba Khamenei Kritis di Qom, Iran Belum Beri Pernyataan

Mojtaba Khamenei (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kabar mengejutkan datang dari sejumlah media internasional yang melaporkan kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam keadaan kritis. Informasi ini pertama kali dirilis oleh The Jerusalem Post pada Selasa (7/4/2026) dan kemudian dikutip oleh berbagai media Timur Tengah.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei tengah menjalani perawatan intensif di Kota Qom setelah dikabarkan tidak sadarkan diri. Informasi ini bersumber dari memo diplomatik yang disebut mengacu pada intelijen Amerika Serikat dan Israel, sebagaimana dilaporkan oleh The Times.
Belum Ada Konfirmasi dari Iran
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar tersebut. Kondisi ini memicu berbagai spekulasi, terutama terkait siapa yang memegang kendali pemerintahan di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung.
Memo diplomatik yang beredar disebut telah dibagikan kepada sejumlah negara di kawasan Teluk. Dokumen itu juga mengindikasikan bahwa Mojtaba Khamenei tidak dapat menjalankan peran kepemimpinannya dalam beberapa pekan terakhir.
Spekulasi Pergeseran Kekuasaan
Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei dari ruang publik sejak konflik memanas turut memunculkan dugaan adanya pergeseran kekuasaan di internal pemerintahan Iran. Beberapa pihak berspekulasi bahwa Korps Garda Revolusi Iran mungkin mengambil peran lebih dominan dalam pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa pernyataan resmi yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei sempat disiarkan melalui televisi pemerintah, namun tanpa bukti visual atau audio langsung dari dirinya.
Isu Tambahan soal Persiapan Makam
Dalam laporan yang sama, disebutkan adanya persiapan pembangunan mausoleum besar di Qom untuk Ali Khamenei dan kemungkinan anggota keluarganya. Informasi ini semakin memperkuat spekulasi mengenai kondisi kesehatan dan stabilitas kepemimpinan di Iran.
Meski demikian, kebenaran kabar ini masih menunggu konfirmasi resmi dari otoritas Iran. Situasi ini menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.





















