Korban Tewas Gelombang Migran Ilegal ke Ceuta Bertambah Jadi 77 Orang

Ribuan Migran Maroko Nekat Sebrangi Lautan Demi Masuk Eropa. (foto: DW News/Mistar)
Ceuta, MISTAR.ID – Jumlah korban tewas akibat gelombang masuknya puluhan ribu migran ilegal dari Maroko ke wilayah Ceuta, Spanyol, terus bertambah. Hingga Rabu (5/8/2026), total korban meninggal dunia tercatat mencapai 77 orang.
Berdasarkan laporan AFP, otoritas setempat mengonfirmasi angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang menyebutkan 75 korban jiwa.
Sebagian besar korban dilaporkan tenggelam saat berupaya berenang melewati pembatas laut di kawasan Mediterania sejak 30 Juli. Insiden ini juga memicu ketegangan diplomatik antara Spanyol, Maroko, dan sejumlah negara anggota Uni Eropa.
Badan forensik Spanyol yang menangani proses identifikasi korban, bersama Garda Sipil, menyatakan telah menemukan 79 jenazah di perairan sekitar Ceuta.
Namun, dua jenazah diketahui ditemukan pada 29 Juli dan awal 30 Juli, sebelum gelombang besar migran terjadi, sehingga tidak dimasukkan dalam perhitungan korban insiden tersebut.
Sejauh ini, tim forensik telah menyelesaikan 77 proses autopsi. Dari jumlah itu, dua korban berhasil diidentifikasi melalui data sidik jari yang sebelumnya telah tercatat di Spanyol.
Pemerintah Spanyol juga menyebut sekitar 70.000 dari total 72.000 migran yang sempat memasuki Ceuta telah dipulangkan ke Maroko.
Sementara itu, ribuan migran yang masih bertahan di Ceuta dilaporkan hidup dalam kondisi memprihatinkan. Mereka mengalami keterbatasan akses terhadap tempat tinggal, makanan, air bersih, serta fasilitas sanitasi, sebagaimana dilaporkan wartawan AFP di lokasi.
PREVIOUS ARTICLE
Tuding Keuntungan ExxonMobil dan Chevron Terlalu Besar, Trump Desak Harga BBM Diturunkan



















