Sunday, August 30, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kim Jong Un Pecat Menteri Pertahanan Korea Utara

Mistar.idMinggu, 30 Agustus 2026 pukul 14.53 WIB
kim_jong_un_pecat_menteri_pertahanan_korea_utara

Pemimpin Korut Kim Jong Un. (Foto: Reuters/KCNA)

news_banner

Pyongyang, MISTAR.ID - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memecat Menteri Pertahanan No Kwang Chol pada Minggu (30/8/2026). Pemberhentian tersebut menjadi bagian dari perombakan jajaran pimpinan militer Korea Utara.

Perombakan itu diputuskan dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (29/8) dan dipimpin langsung Kim Jong Un. Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) menyebut langkah tersebut sebagai "rencana reorganisasi struktural".

Selain dicopot dari jabatan menteri pertahanan, No Kwang Chol juga diturunkan dari jabatannya dalam kepengurusan partai berkuasa. Ia kini menjabat sebagai "wakil direktur pertama Departemen Industri Persenjataan", menurut KCNA yang dikutip AFP.

Sebagai penggantinya, Kim Jong Un menunjuk Direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea Kim Song Gi sebagai Menteri Pertahanan Korea Utara.

Sementara itu, penasihat pertahanan Pak Jong Chon diangkat menjadi wakil ketua Komisi Militer Pusat dan masuk dalam jajaran Biro Politik partai berkuasa.

Sejumlah pejabat lainnya juga mendapatkan promosi dalam perombakan tersebut.

Dalam laporan terpisah, KCNA menyebut Kim Jong Un memberikan pujian dan penghargaan nasional tertinggi kepada sejumlah ilmuwan, peneliti, serta pejabat dalam sebuah upacara pada Sabtu.

Penghargaan itu diberikan atas kontribusi mereka dalam "menyelesaikan masalah ilmiah dan teknologi yang sangat penting dan bersejarah dalam pengembangan sistem senjata tempur baru". Namun, KCNA tidak merinci jenis sistem senjata yang dimaksud.

Foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim Jong Un sedang menyematkan medali kepada salah satu penerima penghargaan.

KCNA juga menyebut pusat penelitian senjata Korea Utara yang memiliki senjata nuklir tersebut baru-baru ini mengembangkan teknologi khusus yang dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat kemampuan negara itu untuk melancarkan perang.

Teknologi tersebut disebut menunjukkan "jalur pengembangan unik bagi kemampuan militer dan teknologinya", tanpa disertai rincian lebih lanjut.

Pada akhir Juni lalu, Kim Jong Un juga memantau uji coba peluncur roket ganda jarak jauh baru serta sistem artileri Korea Utara. (hm25/CNN Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN