Sunday, August 30, 2026
home_banner_first
MEDAN

Antisipasi Demam Berdarah, Warga Asam Kumbang Minta Dinkes Medan Lakukan Fogging

Mistar.idMinggu, 30 Agustus 2026 pukul 15.27 WIB
antisipasi_demam_berdarah_warga_asam_kumbang_minta_dinkes_medan_lakukan_fogging

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis, saat menggelar Sosper di Jalan Keluarga No. 124, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Masyarakat Kelurahan Asam Kumbang meminta Pemko Medan untuk melakukan fogging guna membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu diungkapkan warga saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Dimas Sofani Lubis.

"Mohon sampaikan kepada Pemko Medan, Pak, buatlah fogging di sini. Ini kan musim hujan, takut kita banyak nyamuk DBD," pinta salah seorang warga, Latifah Hanum, pada kegiatan yang digelar di Jalan Keluarga No. 124, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (30/8/2026).

Menjawab hal itu, Kepala Puskesmas Pembantu Asam Kumbang, dr. Novelina Siahaan, mengatakan kegiatan fogging hanya bisa dilakukan bila telah ditemukan kasus DBD di kawasan tersebut yang dibuktikan dengan hasil laboratorium.

"Kalau tidak ditemukan kasus DBD, maka kita tidak bisa melakukan fogging. Langkah yang perlu dilakukan sekarang adalah dengan membersihkan lingkungan," jawabnya.

Sementara itu, melihat realita yang terjadi, Dimas meminta masyarakat untuk membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Ia meminta agar tidak ada wadah yang menjadi tempat tergenangnya air, termasuk drainase yang tidak mengalir.

"Kemudian bila nanti ada masyarakat yang positif terjangkit DBD, segera infokan kepada saya agar saya mintakan langsung kepada Dinkes Medan untuk melakukan fogging," ucapnya.

Ia juga meminta kepada perangkat kewilayahan untuk memastikan tidak adanya anjing liar di wilayahnya masing-masing. Begitu juga dengan anjing peliharaan masyarakat agar dapat dipelihara dengan baik dengan tidak melepaskannya sembarangan.

"Saat ini ketersediaan vaksin rabies di Pemko Medan juga tidak banyak. Ini harus menjadi perhatian kita semua, jangan sampai terabaikan," tuturnya.

Selain itu, ratusan masyarakat yang hadir juga menyampaikan berbagai aspirasinya kepada masyarakat. Salah satunya tentang fasilitas layanan kesehatan, status desil di perlinsos, hingga pendistribusian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak tepat sasaran.

Politisi Golkar itu pun menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti hal tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait.

"Terkhusus perlinsos, besok (31 Agustus 2026) adalah batas waktu pendataannya. Pastikan kita semua terdata di perlinsos dan berada di desil yang sesuai agar warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan," kata Dimas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Medan Selayang, Rinaldi Sahputra Siagian, Lurah Asam Kumbang, Reza Pahlevi Lubis, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Rinaldi Sitorus, Kepala Puskesmas Asam Kumbang, dr. Novelina Siahaan, dan perwakilan BPJS Kesehatan Medan, Daffa. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN