Kanada Terapkan Langkah Perbatasan Baru untuk Cegah Penyebaran Ebola

Ilustrasi. (Foto: Unsplash.com/Fusion Medical Animation)
Ottawa, MISTAR.ID - Pemerintah Kanada melalui Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) menerapkan langkah perbatasan baru untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit Ebola di negaranya.
Dalam pernyataan yang dirilis Minggu (19/7/2026), PHAC menyebutkan kebijakan tersebut mulai berlaku efektif Senin (20/7/2026). Warga negara asing (WNA) yang pernah berada di Republik Demokratik (RD) Kongo dalam 21 hari terakhir dilarang memasuki Kanada.
PHAC menyatakan kebijakan itu bertujuan mengurangi risiko kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pemeriksaan terhadap pelancong yang tiba di Kanada, termasuk pekerja kemanusiaan yang kembali dari wilayah terdampak.
Sementara itu, warga negara Kanada, penduduk tetap, dan individu yang terdaftar berdasarkan Indian Act yang dalam 21 hari terakhir berada di RD Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan tetap diizinkan masuk.
Namun, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan saat kedatangan dan diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari.
PHAC menyebutkan seluruh persyaratan tersebut, termasuk langkah-langkah lain yang diatur dalam Order in Council sebelumnya, akan tetap berlaku hingga 29 Agustus 2026.
Meski menerapkan pengetatan di perbatasan, PHAC memastikan hingga saat ini belum ada kasus Ebola terkait perjalanan yang dilaporkan di Kanada. (hm25/antara)
PREVIOUS ARTICLE
Amerika Serikat Siapkan Perang Lebih Besar ke Iran















