Seorang WNI Ditemukan Tewas di Armenia, Diduga Dibunuh

Ilustrasi. (Foto: iStock/aradaphotography)
Yerevan, MISTAR.ID - Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan, Valenth A. Tambuto, ditemukan tewas di dalam kamar mes tempatnya bekerja di Kota Yerevan, Armenia. Keluarga menduga korban menjadi korban pembunuhan berdasarkan informasi yang diterima dari pacar dan sejumlah rekan kerjanya.
Adik korban, Arnold Tambuto, mengatakan keluarga memperoleh sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
"Memang informasi itu (pembunuhan) banyak yang menyebutkan. Kami dapat informasi dari beberapa kerabat dekat dan juga dari pacar almarhum sendiri," kata Arnold, dikutip dari detikSulsel, Senin (20/7/2026).
Menurut Arnold, salah satu dugaan motif berkaitan dengan kebiasaan korban yang sering meminjamkan uang kepada teman-temannya. Beberapa rekan korban yang memiliki utang disebut dicurigai sebagai pelaku.
"Katanya yang pertama, Valenth itu terlalu baik karena suka meminjamkan uang ke temannya. Dan uang itu yang dipinjamkan ke pelaku semua. Itu ada bukti chatnya kalau itu," ujarnya.
Selain itu, keluarga juga menerima informasi bahwa korban pernah diajak oleh rekannya untuk terlibat dalam dugaan penggelapan uang perusahaan. Namun, ajakan tersebut ditolak oleh korban.
"Yang kedua, waktu itu Valenth diajak oleh mereka (pelaku) untuk ikut serta dalam rencana penggelapan uang perusahaan, tapi Valenth menolak," kata Arnold.
Korban yang mengetahui rencana tersebut diduga dikhawatirkan akan melaporkannya kepada perusahaan. Ditambah lagi, beberapa orang yang diduga terlibat disebut memiliki utang kepada korban sehingga muncul dugaan adanya rencana untuk menghabisi nyawanya.
Meski demikian, keluarga hingga kini belum menerima informasi resmi dari aparat penegak hukum Armenia terkait motif maupun pelaku kematian Valenth.
Keluarga pertama kali menerima kabar meninggalnya Valenth pada Rabu (15/7/2026) malam. Arnold mengaku masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya beberapa jam sebelum kabar duka diterima.
Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA pada Rabu (15/7/2026) atau Selasa (14/7/2026) waktu Armenia. Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi kaki, tangan, dan mulut terikat lakban.
"Kondisi jenazah waktu ditemukan katanya terikat lakban. Kaki, tangan, dan mulut itu terikat lakban. Waktu itu saya syok. Tapi infonya saya dengar memang waktu dibuka jenazahnya ada banyak darah," ujar Arnold. (hm25)


























