WNI di Armenia Ditemukan Tewas, Kemenlu Kirim Nota Diplomatik

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/nico_blue)
Armenia, MISTAR.ID - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv terus berkoordinasi dengan otoritas Armenia terkait tewasnya seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valent A Tambuto, 24 tahun, yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kota Yerevan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Kyiv telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia pada 18 Juli 2026 untuk memastikan terpenuhinya hak-hak kekonsuleran WNI.
"Nota diplomatik tersebut disampaikan untuk memperoleh akses kekonsuleran dalam penanganan jenazah WNI serta bertemu dengan salah satu WNI yang sedang menjalani proses hukum," kata Heni dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Kemlu menyebut pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Armenia sejak menerima informasi mengenai dugaan pembunuhan terhadap WNI tersebut pada 16 Juli 2026.
KBRI Kyiv juga berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, aparat penegak hukum Armenia, serta komunitas WNI setempat untuk memverifikasi informasi dan mengikuti proses penyelidikan.
Berdasarkan informasi awal dari otoritas Armenia, korban dan pihak yang diduga sebagai pelaku sama-sama merupakan WNI. Sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Selain itu, KBRI Kyiv juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia untuk memverifikasi data korban serta menindaklanjuti informasi yang diterima, termasuk komunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai keluarga salah satu WNI yang saat ini berada dalam penanganan aparat Armenia.
"KBRI Kyiv akan terus menindaklanjuti perkembangan kasus, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan hukum Armenia," ujar Heni.
Sebelumnya, Valent A Tambuto ditemukan meninggal dunia di kamar mes pekerja sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (IT) di Kota Yerevan pada 15 Juli 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terikat lakban.
Keluarga mengaku sempat berkomunikasi dengan korban beberapa jam sebelum kabar duka diterima. Hingga kini, mereka masih menunggu informasi resmi dari otoritas Armenia mengenai penyebab pasti kematian Valent. (hm25/detikcom)
PREVIOUS ARTICLE
Seorang WNI Ditemukan Tewas di Armenia, Diduga Dibunuh




















