Hakim Nigeria yang Diculik Geng Bersenjata Akhirnya Dibebaskan

Faruku Hassan Bunza. (foto: pmnewsnigeria/mistar)
Abuja, MISTAR.ID – Seorang hakim di Nigeria yang menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata akhirnya berhasil dibebaskan setelah beberapa hari berada dalam penyekapan. Polisi memastikan korban kini telah kembali dalam keadaan selamat.
Dilansir dari AFP, Selasa (4/8/2026), aksi penculikan masih menjadi ancaman serius di Nigeria. Kejahatan tersebut kerap dilakukan kelompok jihadis maupun geng kriminal non-ideologis yang dikenal sebagai "bandit", dengan tujuan utama memperoleh uang tebusan dari keluarga korban atau pemerintah.
Korban diketahui bernama Faruku Hassan Bunza, hakim Pengadilan Tinggi di Negara Bagian Kebbi. Ia diculik dari kediamannya di Kota Bunza pada 26 Juli 2026.
Juru bicara Kepolisian Kebbi, Bashir Usman, menyatakan Bunza telah dibebaskan. Namun, pihak kepolisian belum mengungkapkan secara rinci bagaimana proses pembebasan tersebut berlangsung.
Menurut Usman, para pelaku sempat menuntut pembayaran uang tebusan. Meski demikian, kepolisian menegaskan tidak memenuhi tuntutan tersebut. "Walaupun para penculik meminta uang tebusan, kami tetap berpegang pada kebijakan untuk tidak melakukan pembayaran," ujar Usman.
Hingga kini, para pelaku masih dalam pengejaran aparat keamanan. Polisi menyatakan penyelidikan terus dilakukan guna mengidentifikasi dan menangkap seluruh pihak yang terlibat agar diproses sesuai hukum.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi penculikan di Nigeria. Sebulan sebelumnya, pensiunan mayor jenderal Rabe Abubakar bersama istrinya juga diculik di Negara Bagian Katsina. Abubakar dilaporkan meninggal dunia saat masih berada dalam penyekapan.
Kelompok bandit di Nigeria diketahui kerap melakukan berbagai aksi kriminal, mulai dari menyerang permukiman, mencuri ternak, hingga menjarah dan membakar rumah warga.
Aktivitas mereka banyak terjadi di wilayah pedesaan bagian barat laut dan tengah negara itu yang dinilai memiliki pengawasan keamanan terbatas.
Pada Juni lalu, seorang pemimpin adat di Argungu, Kebbi, bahkan mengimbau masyarakat untuk menggalang dana guna membeli senjata sebagai upaya mempertahankan diri dari serangan kelompok bersenjata.
Negara Bagian Kebbi sendiri berbatasan langsung dengan Niger, kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir juga kerap dilanda serangan bersenjata yang dikaitkan dengan kelompok jihadis.
























