Monday, August 3, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Uni Eropa Siapkan Dana Rp621 Triliun untuk Bangun Tujuh Gigafactory AI

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB
uni_eropa_siapkan_dana_rp621_triliun_untuk_bangun_tujuh_gigafactory_ai

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Komisi Eropa mengumumkan pembukaan tender untuk pembangunan tujuh pabrik raksasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi dan kapasitas komputasi Uni Eropa (UE).

Program tersebut ditargetkan menghimpun investasi lebih dari 30 miliar euro atau sekitar Rp621 triliun melalui skema pendanaan gabungan pemerintah dan sektor swasta. Dari total nilai investasi itu, sekitar 10 miliar euro akan berasal dari Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, sementara 20 miliar euro sisanya diharapkan berasal dari investor swasta.

Pengelolaan dana dilakukan European High Performance Computing Joint Undertaking (EuroHPC JU), lembaga yang dibentuk pada 2020 untuk mengembangkan ekosistem superkomputer berkelas dunia melalui kolaborasi antara Uni Eropa, negara anggota, dan mitra industri.

Komisi Eropa membuka kesempatan bagi konsorsium maupun badan usaha khusus (Special Purpose Vehicle/SPV) yang terdiri atas penyedia teknologi, layanan komputasi awan (cloud), lembaga publik, serta investor untuk mengajukan proposal pendanaan.

Sejumlah perusahaan teknologi global, seperti AMD, Nvidia, dan Qualcomm, juga telah menyatakan komitmen awal untuk memasok chip AI bagi proyek tersebut.

Menurut Komisi Eropa, pembangunan gigafactory AI akan memperbesar kapasitas komputasi kawasan sekaligus membuka akses infrastruktur bagi perusahaan rintisan, perusahaan berkembang, usaha kecil dan menengah, industri, kalangan akademisi, hingga lembaga pemerintahan.

Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa bidang Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen, menyebut proyek tersebut sebagai langkah strategis bagi masa depan AI di Eropa.

"ketersediaan daya komputasi berskala besar menjadi kebutuhan penting agar Eropa mampu bersaing dalam percepatan pengembangan teknologi AI," katanya.

Selain memproduksi prosesor AI, fasilitas tersebut juga akan mendukung pengembangan perangkat lunak, layanan cloud, jaringan berkecepatan tinggi, serta pusat data yang lebih hemat energi.

Saat ini, Uni Eropa memiliki 19 pusat data yang tersebar dari Spanyol hingga Finlandia. Meski demikian, kawasan tersebut masih bergantung pada penyedia teknologi asing sehingga dinilai rentan terhadap tekanan geopolitik.

Komisi Eropa menilai ketergantungan tersebut berpotensi memengaruhi keamanan data, kesinambungan layanan, serta kemandirian operasional kawasan. Oleh karena itu, UE menargetkan kapasitas pusat datanya meningkat dua kali lipat dalam lima hingga tujuh tahun mendatang.

Namun, ambisi tersebut tidak lepas dari tantangan. Uni Eropa harus bersaing dengan Amerika Serikat dan China yang memiliki biaya energi lebih rendah, faktor penting dalam operasional pusat data berskala besar.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Parlemen Eropa, Komisi memperingatkan bahwa tanpa peningkatan kapasitas sendiri, perusahaan dan lembaga publik di Eropa akan terus bergantung pada layanan AI asal Amerika Serikat. Kondisi itu dinilai dapat melemahkan daya saing penyedia layanan digital Eropa sekaligus meningkatkan risiko terhadap keamanan data.

Di sisi lain, pengembangan AI juga menghadapi sejumlah tantangan sosial dan lingkungan. Sebagian masyarakat masih mengkhawatirkan potensi hilangnya lapangan kerja akibat otomatisasi, sementara pembangunan pusat data berskala besar kerap dikritik karena tingginya konsumsi listrik dan air serta potensi polusi suara.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Komisi Eropa menegaskan seluruh proyek akan dikembangkan sesuai standar Uni Eropa terkait perlindungan data, keamanan siber, keselamatan, dan etika digital.

Pendaftaran proposal proyek dibuka hingga 12 November. Penyaluran dana dijadwalkan dimulai pada awal 2027, sehingga pembangunan gigafactory AI dapat dimulai pada tahun yang sama.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN