Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Desa Berpenduduk 14 Orang di Slovakia Minta Cabut Status Warisan Dunia UNESCO

Mistar.idJumat, 30 Januari 2026 pukul 06.30 WIB
desa_berpenduduk_14_orang_di_slovakia_minta_cabut_status_warisan_dunia_unesco_

Desa Vlkolínec di Slovakia. (foto: UNESCO/Mistar)

news_banner

Bratislava, MISTAR.ID

Desa Vlkolínec di pegunungan tengah Slovakia meminta agar status Situs Warisan Dunia UNESCO yang dimilikinya sejak 1993 dicabut. Meski desa ini menjadi magnet wisata dengan sekitar 100 ribu pengunjung setiap tahun, penduduk lokal merasa predikat internasional tersebut justru menimbulkan masalah.

Daya tarik utama Vlkolínec adalah bangunan kayu tradisional khas pegunungan Carpathian utara. Namun, aturan pelestarian UNESCO dianggap terlalu membatasi kehidupan sehari-hari warga. Mereka dilarang memelihara hewan ternak atau bercocok tanam di lahan mereka sendiri.

“Kami diawasi bangunan, tapi manusia di dalamnya tidak dilindungi,” kata Anton Sabucha (67), penduduk tertua desa, seperti dikutip TVP World pada Rabu (28/1). Warga juga mengeluhkan turis yang sering melanggar privasi, masuk ke halaman rumah, mengintip melalui jendela, atau bersepeda di area terlarang.

Meski Sabucha memasang papan “Properti Pribadi” dan “Dilarang Memotret”, pengunjung kerap mengabaikannya. “Hidup kami akan lebih tenang jika desa ini dikeluarkan dari daftar UNESCO,” ujarnya.

Pakar warisan budaya Slovakia, Milos Dudas, menilai Vlkolínec awalnya terpilih karena bangunannya unik sekaligus sebagai pemukiman yang masih aktif.

Namun, status UNESCO kini membawa masalah, termasuk hilangnya privasi dan transformasi rumah menjadi pondok sewa. Desa yang dulu hidup kini terasa seperti “museum terbuka” yang sepi.

Tekanan wisata dan regulasi ketat juga memengaruhi demografi desa. Pada 1993, desa dihuni 27 orang dari 7 keluarga. Kini, hanya 14 orang dari 4 keluarga yang tinggal.

Meskipun warga berkeinginan kuat untuk menghapus status UNESCO, proses ini sulit dan memerlukan keputusan diplomatik antara pemerintah Slovakia dan UNESCO, langkah yang jarang terjadi dan sensitif secara politik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN