Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

China Sambut Usulan Prabowo soal Kolaborasi Rantai Pasok BRICS

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 10.10 WIB
china_sambut_usulan_prabowo_soal_kolaborasi_rantai_pasok_brics

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (14/9/2026). (Foto: Antara/Desca Lidya Natalia)

news_banner

Beijing, MISTAR.ID - Pemerintah China menyambut usulan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kolaborasi industrialisasi dan rantai pasok antarnegara anggota BRICS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan China akan memperkuat kerja sama teknologi dengan negara-negara BRICS serta memperdalam penyelarasan industri.

"China akan memperkuat kerja sama teknologi dengan negara-negara BRICS, memperdalam penyelarasan industri, melaksanakan proyek-proyek peningkatan kapasitas, serta mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan dengan kualitas yang lebih tinggi dan ketahanan yang lebih kuat," kata Guo dalam konferensi pers di Beijing, Senin (14/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan Guo merespons usulan Prabowo dalam sesi kedua KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo mengajak negara-negara anggota BRICS mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas produksi bersama untuk menghadapi tantangan ekonomi global.

"Biarkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Biarkan kita industrialisasi bersama-sama dan biarkan kita mengoptimalkan sumber dan kapasitas yang kita tanggung bersama-sama," ujar Prabowo.

Menurut Guo, BRICS selama bertahun-tahun telah aktif mendorong kerja sama di bidang industrialisasi. Hal itu antara lain diwujudkan melalui pembentukan Pusat Inovasi Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru dan Pusat Kompetensi Industri BRICS.

Sementara itu, Prabowo menyebut Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat menjadi modal pembangunan, termasuk mineral kritis, logam tanah jarang, energi terbarukan, teknologi tinggi, serta hutan.

Ia menilai negara-negara BRICS dan Global South menghadapi tantangan yang saling berkaitan. Karena itu, sumber daya, kapasitas produksi, teknologi, dan pasar yang dimiliki negara-negara tersebut perlu dikolaborasikan.

Prabowo berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan investasi, memperkuat industri, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat. (hm25/antara)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN