Tersambar Kereta Api di Jalur Kuala Tanjung-Bandar Tinggi, Seorang IRT Tewas

Korban tewas tersambar kereta api Blambangan di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras. (Foto: Tangkapan layar FB Warga/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Asma alias Butet (68), warga Dusun Pengajian, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, tewas tersambar kereta api, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.
Korban tersambar kereta api penumpang Blambangan yang datang dari arah Kuala Tanjung menuju Bandar Tinggi saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang di Simpang Masjid, Desa Lalang.
Kepala Desa Lalang, Syarifuddin, membenarkan peristiwa tersebut.
“Iya, seorang ibu rumah tangga tewas tersambar kereta api saat hendak pulang ke rumahnya dengan melintasi perlintasan kereta api tanpa palang,” jelasnya.
Ia mengatakan, korban yang diduga mengalami gangguan pendengaran tersebut langsung dibawa warga ke Klinik Harun. Selanjutnya, jenazah dibawa keluarganya ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kapolsek Medang Deras, AKP AH Sagala, juga membenarkan peristiwa yang merenggut nyawa tersebut.
“Anggota sedang terjun ke TKP, melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar Sagala.
Peristiwa tragis tersebut sontak memicu kemarahan warga sekitar yang langsung melancarkan protes keras kepada pihak PT KAI. Warga menyesalkan kurangnya palang pintu di sejumlah perlintasan sepanjang access road yang disebut telah menyebabkan belasan peristiwa tabrakan dengan kereta api.
Peristiwa tersebut juga viral di media sosial setelah diposting pemilik akun Facebook @Julang Ndn dan mengundang kecaman warganet terhadap PT KAI. (hm25)





















