Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tawuran Remaja di Tanjung Tiram, Warga Minta Aparat Bertindak Sebelum Jatuh Korban

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 09.24 WIB
tawuran_remaja_di_tanjung_tiram_warga_minta_aparat_bertindak_sebelum_jatuh_korban

Ilustrasi Tawuuran remaja di Tambakaji Kota Semarang. (opoyi.com)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID – Aksi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja di Jalan Merdeka, Dusun II, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, kembali terjadi, Rabu (12/8/2026) pukul 21.00 WIB.

Aksi tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban warga. Seorang remaja dilaporkan mengalami luka di bagian kepala setelah terkena lemparan batu saat kejadian.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga karena aksi berlangsung di tengah permukiman dan berpotensi membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Kondisi itu kemudian mendorong seorang warga, Putri Sri Hartini, menyampaikan surat terbuka melalui akun Facebook @Putri Sri Hartini.

Surat tersebut ditujukan kepada Kapolres Batu Bara, Kapolsek Talawi, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Camat Tanjung Tiram dan kepala desa.

Putri meminta aksi tawuran yang melibatkan anak-anak di bawah umur tidak dianggap sebagai kenakalan biasa.

“Ini bukan lagi sekadar kenakalan anak-anak,” tulisnya.

Tidak hanya peserta tawuran, warga, rumah, tempat usaha dan orang yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi juga berisiko menjadi korban.

Ia menilai anak-anak yang terlibat justru perlu diselamatkan agar aksi serupa tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Putri tidak mempersoalkan pihak mana yang harus disalahkan. Ia meminta langkah konkret segera dilakukan, mulai dari peningkatan patroli dan pengamanan di titik rawan, penertiban pada jam yang sering digunakan untuk tawuran, hingga pendataan serta pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.

Ia juga meminta keterlibatan orang tua, pemerintah desa atau kelurahan, sekolah dan tokoh masyarakat dalam mencegah aksi berulang.

“Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak. Kami memohon kepada Polres Batu Bara, Polsek Tanjung Tiram, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, pemerintah kecamatan/desa, serta pihak terkait untuk turun tangan dan memberikan perhatian terhadap kondisi ini. Tolong selamatkan anak-anak kita. Tolong lindungi masyarakat. Tolong hadir sebelum semuanya terlambat,” tulisnya.

Imbauan serupa juga disampaikan akun Facebook @Budi Suci. Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam mencegah anak terlibat tawuran.

“Selain pihak berwajib, yang paling bertanggungjawab adalah orang tua mereka sendiri. Itulah akibatnya kalau anak kurang dibekali pendidikan akhlak. Atau terkadang bukan didikannya yang kurang dari orang tuanya, tapi mungkin salah pergaulan,” ujarnya.

Menanggapi surat terbuka tersebut, Kapolsek Talawi AKP Arianto Sitorus mengapresiasi kepedulian warga dan memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

“Terima kasih atas kepedulian dan usulannya. Tentu akan segera kita sikapi secepatnya,” kata Arianto, Kamis (13/8/2026).

Arianto mengatakan, sejak menjabat sebagai Kapolsek Talawi, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan melalui pertemuan bersama Forkopimca, kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta tokoh pemuda.

Patroli juga telah dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan tawuran dan tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Talawi yang mencakup lima kecamatan.

“Meski begitu, ke depan patroli akan lebih kita tingkatkan lagi. Demikian pula koordinasi dengan Forkopimcam, dengan kepala desa dan lurah serta para tokoh akan semakin kita intensifkan,” ujarnya.[]




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN