RSU Muhammadiyah Bantah Kurangnya Edukasi kepada Pasien Mimi Maisyarah

Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Medan, Jalan Mandala By Pass. (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSU Muhammadiyah Medan, Ibrahim Nainggolan, menanggapi isu kurangnya edukasi kepada pasien. Ia pun membantah tudingan tersebut.
“Informasi mengenai kondisi miom, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap rahim, telah disampaikan sejak awal,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Dijelaskan Ibrahim, secara medis ada berbagai kondisi penyakit miom, mulai dari yang berdiri sendiri hingga memengaruhi dinding rahim. Dalam kondisi tertentu, tindakan pengangkatan rahim dapat diperlukan.
Baca Juga: RSU Muhammadiyah Medan: Operasi Pengangkatan Rahim Mimi Maisyarah Sudah Disetujui Keluarga
Selain itu, Ibrahim mengatakan pihaknya telah membuka ruang komunikasi dengan keluarga, termasuk melibatkan kuasa hukum dan petugas polisi guna menjaga kondusivitas pelayanan pada saat itu.
Perihal somasi keluarga, dikatakan Ibrahim, pihak RSU Muhammadiyah saat ini masih mempelajari isi dan substansinya sebelum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut.
“Perihal somasi, kami butuh waktu untuk memahami secara utuh sebelum menjawabnya. Namun yang utama bagi kami adalah memastikan kondisi pasien saat ini,” ucapnya.
Diketahui Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Medan didugaan malapraktik terhadap pasien bernama Mimi Maisyarah, 48 tahun, yang menjalani operasi penyakit Miom hingga berujung pengangkatan rahim. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Motor IRT di Helvetia Raib Digondol Maling dalam Hitungan DetikBERITA TERPOPULER
























