Thursday, August 6, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

PN Medan Respons Teriakan "Hidup Pak Wali" Saat Sidang Kasus Suap Diskominfo Tebing Tinggi

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 20.59 WIB
pn_medan_respons_teriakan_hidup_pak_wali_saat_sidang_kasus_suap_diskominfo_tebing_tinggi

Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih (depan, berkemeja hitam), saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap Rp25 juta di PN Medan. (Foto: Deddy/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Pengadilan Negeri (PN) Medan merespons teriakan "Hidup Pak Wali" yang terdengar saat persidangan kasus dugaan suap proyek internet di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tebing Tinggi senilai Rp25 juta berlangsung di Ruang Sidang Cakra 9, Senin (3/8/2026) sore.

Adapun terdakwa dalam perkara tersebut, yakni Nur Erdian selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Tebing Tinggi serta Heny Afrianti, staf PT Whiz Digital Berjaya.

Juru Bicara (Jubir) PN Medan, Soniady Drajat Sadarisman, mengatakan pihaknya mengharapkan seluruh pengunjung sidang mematuhi tata tertib dan protokol persidangan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses peradilan.

"Saat pelaksanaan persidangan yang terbuka untuk umum, diharapkan seluruh pengunjung dapat mematuhi tata tertib dan protokol persidangan sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 6 Tahun 2020," ujar Soniady kepada Mistar melalui sambungan telepon, Selasa (4/8/2026) sore.

Sebelumnya diberitakan, teriakan "Hidup Pak Wali" bergema di ruang sidang sesaat setelah Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, selesai diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap yang menjerat keponakannya, Nur Erdian.

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim M. Nazir dan berlangsung sebagaimana biasanya. Namun, setelah pemeriksaan saksi selesai, Iman menyampaikan bahwa dirinya baru pertama kali menghadiri persidangan sepanjang hidupnya dan berharap itu menjadi yang terakhir.

"Saya baru kali ini menghadiri persidangan, Yang Mulia. Semoga seumur hidup hanya sekali ini ke persidangan, Yang Mulia," ujar Iman.

Mendengar pernyataan itu, Ketua Majelis Hakim merespons bahwa harapan tersebut dapat terwujud selama yang bersangkutan tidak memiliki persoalan hukum di kemudian hari.

"Asalkan tidak bermasalah," kata hakim.

Iman kemudian menyampaikan bahwa cita-citanya sebagai wali kota adalah membangun Kota Tebing Tinggi sebagai tanah kelahirannya.

"Saya hanya ingin membangun kampung halaman saya, Yang Mulia. Terima kasih, Yang Mulia," ucapnya.

Setelah itu, majelis hakim mempersilakan Iman meninggalkan ruang sidang. Sebelum keluar, hakim sempat menyampaikan bahwa ada sejumlah orang di kursi pengunjung yang tampak menunggunya.

Menanggapi hal itu, Iman mengatakan mereka merupakan simpatisan dan relawan yang mendukungnya saat pemilihan kepala daerah.

"Ini simpatisan, relawan, organisasi kepemudaan yang mengantarkan saya menjadi kepala daerah, Yang Mulia," ujarnya sambil berjalan menuju barisan pengunjung.

Saat hendak meninggalkan ruang sidang, Iman dikawal ketat oleh sejumlah pria sehingga awak media tidak memiliki kesempatan untuk mewawancarainya.

Di tengah persidangan yang masih berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya, terdengar teriakan dari barisan pengawal tersebut.

Teriakan diawali seorang pria yang mengucapkan, "Hidup Pak Wali", lalu dijawab oleh beberapa orang lainnya dengan kata "Hidup". Teriakan "Hidup Pak Wali" kembali terdengar untuk kedua kalinya dengan suara lebih lantang sebelum rombongan meninggalkan ruang sidang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN