BNNP Sumut Perketat Pengawasan Pantai Timur, Jalur Utama Masuknya Sabu dari Luar Negeri

Kabid Pemberantasan dan Intelejen BNNP Sumut, Kombes Pol Charles P Sinaga, saat memberi keterangan. (foto:putra/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pengawasan di wilayah Pantai Timur Sumut yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan masuknya narkotika dari luar negeri.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Charles P. Sinaga, mengatakan upaya pencegahan dan pengawasan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas instansi, termasuk dengan Bea Cukai, Imigrasi, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.
"Pak Kepala BNNP selalu mendorong kami untuk berkolaborasi dan bersinergi. Jadi sifatnya saling mendukung. Apa pun kegiatannya akan kami respons bersama, termasuk dengan Bea Cukai, Imigrasi, dan instansi lainnya sebagai bagian dari upaya pencegahan," ucap Charles, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, pengawasan terhadap jalur masuk narkotika dilakukan melalui kerja tim dan operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur. Saat ini, BNNP Sumut juga tengah menyusun pola kerja yang lebih efektif untuk mengoptimalkan pengawasan di wilayah pesisir dan perairan yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika.
Charles menilai tantangan pengawasan wilayah perairan Indonesia sangat besar mengingat luasnya garis pantai serta banyaknya titik pendaratan yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Ia menyebut istilah "jalur tikus" tidak hanya terdapat di Sumatera Utara, melainkan hampir di seluruh wilayah pesisir Indonesia yang memiliki akses keluar masuk melalui laut.
"Kalau bicara jalur tikus, dari Sabang sampai Merauke sebenarnya banyak titik yang bisa dimanfaatkan. Kapal-kapal kecil bisa merapat di berbagai lokasi. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan," tuturnya.
Baca Juga: BNNP Sumut Bongkar Jaringan Sabu Medan-Deli Serdang, Sita 615 Gram Sabu dan Uang Rp328 Juta
BNNP Sumut memastikan akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang mencoba memanfaatkan wilayah Pantai Timur sebagai pintu masuk peredaran narkoba ke Indonesia.
Sebelumnya diketahui, Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan RI, R. Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa Pantai Timur Sumatra menjadi jalur utama masuk narkoba dari luar negeri ke Indonesia.
“Kalau kita melihat dari mana barang-barang ini masuk, kembali lagi dapat kami sampaikan bahwa Pantai Timur Sumatra tetap merupakan jalur utama masuknya narkotika dari luar. Utamanya adalah methamphetamine (sabu), yang rata-rata masih masuk melalui Pantai Timur Sumatra,” kata Syarif saat konferensi pers Operasi Saber Bersinar 2026 di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026). (hm27)






















