Friday, September 11, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Ibuku (My Mother) Berkompetisi di Busan International Film Festival 2026

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 14.36 WIB
ibuku_my_mother_berkompetisi_di_busan_international_film_festival_2026

Ibuku (My Mother). (Foto: TikTok ANP Talenta Media)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Film garapan sutradara Eddie Cahyono, Ibuku (My Mother), terpilih masuk program Competition atau kompetisi utama Busan International Film Festival (BIFF) ke-31, yang akan berlangsung 6-15 Oktober 2026.

Ibuku (My Mother) akan menjalani world premiere di Busan, Korea Selatan. Film produksi bersama Indonesia dan Jepang itu direncanakan bersaing dengan 13 judul lain dari berbagai negara Asia.

Ibuku (My Mother) berkisah tentang Sumiati (Christine Hakim), seorang ibu yang berjuang menemui anaknya, Sri (Ayushita), yang divonis hukuman mati di penjara Arab Saudi karena dituduh membunuh majikannya.

Di balik upaya pertemuan itu, filmnya nanti akan menyingkap luka lama di antara ibu dan anak, sekaligus menyentuh isu buruh migran, perempuan, dan hak asasi manusia yang jarang digarap secara personal dalam sinema Indonesia.

"Ibu itu sangat personal, tapi juga sangat universal buat semua orang. Sebagai seorang ibu, saya langsung merasa terhubung dengan ceritanya, yang juga turut mengingatkan saya pada sosok ibu saya yang telah tiada," ujar Tika Bravani sebagai produser melalui ANP Talenta Media dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026), dilansir dari detikHot.

Ibuku (My Mother) merupakan proyek produksi pertama Tika Bravani, yang sebelumnya dikenal sebagai aktris. Ia menyebut pengalaman bekerja dengan Eddie Cahyono, sutradara yang dikenal lewat Siti (2014), sebagai proses belajar yang intens, mengingat latar belakang keduanya yang berbeda.

"Untungnya beliau juga berlatar belakang dosen, jadi beliau membimbing saya dengan sabar," katanya.

Keikutsertaan Ibuku (My Mother) di BIFF 2026 menambah daftar pencapaian sinema Indonesia di kancah internasional tahun ini. Selain Ibuku (My Mother), Indonesia diwakili oleh Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name) karya Yosep Anggi Noen yang juga berkompetisi di program Competition, Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini di program A Window on Asian Cinema, serta film pendek αLPα karya Dhiwangkara Seta.

"Keikutsertaan Ibuku (My Mother) di kompetisi utama BIFF sekaligus jadi pengalaman baru dalam karier saya sebagai produser. Saya berharap film ini nantinya bisa menemukan penonton yang tepat, mereka yang bisa ikut tersentuh oleh kisah seorang ibu yang tak pernah berhenti menyayangi anaknya, meski hubungan mereka pernah retak oleh masa lalu," tutur Tika Bravani. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN