Monday, September 7, 2026
home_banner_first
HIBURAN

East of Eden: Florence Pugh Jadi “Monster” dalam Drama Netflix yang Mengguncang Warisan John Steinbeck

Mistar.idSelasa, 8 September 2026 pukul 05.00 WIB
east_of_eden_florence_pugh_jadi_monster_dalam_drama_netflix_yang_mengguncang_warisan_john_steinbeck

East of Eden: Florence Pugh Jadi “Monster” dalam Drama Netflix yang Mengguncang Warisan John Steinbeck. (foto ilustrasi:imdb/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (8/9/2026) — East of Eden adalah serial drama Netflix tujuh episode yang diadaptasi Zoe Kazan dari novel John Steinbeck, dibintangi Florence Pugh sebagai Cathy Ames dan tayang 1 Oktober 2026.

East of Eden kembali ke layar dengan wajah baru. Kali ini, kisah klasik John Steinbeck hadir sebagai limited series Netflix tujuh episode dengan Florence Pugh sebagai Cathy Ames, karakter perempuan yang menjadi pusat konflik sekaligus salah satu sosok paling kontroversial dalam novel tersebut.

Serial ini dijadwalkan tayang global di Netflix pada 1 Oktober 2026, menghadirkan kisah keluarga Trask dalam rentang waktu beberapa dekade—dari era setelah Perang Saudara Amerika hingga awal Perang Dunia I.

Namun, ada satu hal yang membuat adaptasi ini berbeda: East of Eden tidak hanya bercerita tentang keluarga Trask, tetapi mencoba melihat dunia melalui mata Cathy Ames.

East of Eden Bukan Sekadar Kisah Keluarga

Diadaptasi dari novel East of Eden karya John Steinbeck yang terbit pada 1952, serial ini merupakan drama periode yang memadukan konflik keluarga, tragedi, psikologi, moralitas, dan pertarungan antara kebaikan serta kejahatan.

Cerita berpusat pada Cathy Ames dan keluarga Trask. Kehidupan Cathy kemudian bersinggungan dengan Adam Trask dan Charles Trask, memicu konflik yang dampaknya menjalar hingga generasi berikutnya.

Di balik drama keluarga tersebut terdapat pertanyaan yang jauh lebih besar: apakah seseorang ditentukan oleh masa lalunya, atau masih memiliki kebebasan untuk memilih menjadi siapa dirinya?

Netflix menggambarkan serial ini sebagai kisah tentang keluarga yang terbentang lintas generasi sekaligus potret masyarakat Amerika yang sedang berubah.

Serial ini terdiri dari tujuh episode dan seluruh episodenya akan tersedia di Netflix mulai 1 Oktober 2026.

Florence Pugh Jadi Cathy Ames, “Monster” yang Akhirnya Mendapat Suara

Nama terbesar dalam East of Eden adalah Florence Pugh, yang memerankan Cathy Ames.

Dalam novel Steinbeck, Cathy merupakan karakter yang memikat sekaligus manipulatif—sosok yang sulit ditempatkan dalam kategori hitam-putih. Ia menjadi sumber kehancuran bagi banyak orang di sekitarnya, tetapi serial Netflix mencoba menggali lebih jauh apa yang berada di balik perilakunya.

Zoe Kazan, kreator sekaligus penulis serial, mengatakan pendekatan yang digunakan bukan untuk mengubah Cathy menjadi karakter yang sepenuhnya berbeda, melainkan “membuka lapisan” karakter tersebut agar penonton dapat melihatnya sebagai manusia, bukan sekadar arketipe.

Di sinilah Florence Pugh menjadi kartu terkuat serial ini.

Cathy bukan villain konvensional yang mudah dibenci. Ia justru dibuat cukup kompleks untuk memaksa penonton mempertanyakan batas antara monster, korban, dan manusia yang memilih jalannya sendiri.

Adam dan Charles Trask: Dua Saudara di Pusat Konflik

Christopher Abbott memerankan Adam Trask, sementara Mike Faist menjadi Charles Trask.

Adam dan Charles merupakan saudara dengan karakter serta cara pandang yang berbeda. Hubungan keduanya menjadi salah satu sumber konflik utama dalam saga keluarga Trask, terlebih setelah Cathy masuk ke dalam kehidupan mereka.

Generasi berikutnya kemudian diwakili oleh Cal Trask yang diperankan Joseph Zada dan Aron Trask yang dimainkan Joe Anders.

Kehadiran Cal dan Aron memperluas tema utama East of Eden: apakah sifat, dosa, trauma, dan konflik orang tua otomatis diwariskan kepada anak?

Pertanyaan itu menjadi semakin kuat karena serial ini tidak berhenti pada satu generasi.

Deretan Pemeran East of Eden

Selain Florence Pugh, Christopher Abbott, dan Mike Faist, East of Eden diperkuat sejumlah aktor lain.

- Hoon Lee sebagai Lee

- Tracy Letts sebagai Cyrus Trask

- Martha Plimpton sebagai Faye

- Ciarán Hinds sebagai Samuel Hamilton

- Joseph Zada sebagai Cal Trask

- Joe Anders sebagai Aron Trask

Samuel Hamilton merupakan bagian penting dari keluarga Hamilton, sementara Lee menjadi salah satu karakter yang memberikan perspektif moral dan intelektual dalam kisah tersebut. Faye juga menjadi sosok penting dalam perkembangan cerita Cathy.

Zoe Kazan Membawa East of Eden ke Generasi Baru

Serial ini ditulis dan dikembangkan oleh Zoe Kazan, yang juga menjadi co-showrunner dan executive producer.

Menariknya, adaptasi ini memiliki hubungan keluarga langsung dengan sejarah East of Eden di Hollywood.

Kakek Zoe Kazan adalah Elia Kazan, sutradara film East of Eden tahun 1955 yang dibintangi James Dean.

Namun, Zoe Kazan tidak menjadikan film 1955 sebagai cetak biru. Ia kembali ke novel Steinbeck dan memiliki ruang lebih luas untuk mengeksplorasi keseluruhan saga keluarga yang jauh lebih besar daripada materi yang diangkat film klasik tersebut.

Hubungan tersebut membuat proyek ini terasa seperti pertemuan tiga generasi: Steinbeck menciptakan kisahnya, Elia Kazan membawanya ke layar pada 1955, dan Zoe Kazan kini menafsirkannya kembali untuk penonton modern.

Dua Sutradara untuk Tujuh Episode

East of Eden tidak digarap oleh satu sutradara saja.

Garth Davis, yang dikenal melalui Lion dan Mary Magdalene, menyutradarai episode 1–4.

Sementara Laure de Clermont-Tonnerre, sutradara The Mustang dan Lady Chatterley's Lover, menangani episode 5–7.

Di sisi produksi, Jeb Stuart menjadi co-showrunner bersama Zoe Kazan. Ia juga bertindak sebagai executive producer.

East of Eden dan Pertanyaan tentang “Jahat Sejak Lahir”

Salah satu alasan East of Eden tetap relevan hampir 75 tahun setelah novelnya diterbitkan adalah tema moralnya.

Serial ini tidak hanya bertanya siapa yang jahat dan siapa yang baik. Ia mempertanyakan apakah manusia memang terlahir dengan sifat tertentu atau memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya sendiri.

Trailer serial bahkan menempatkan gagasan tentang “monster” dan pilihan antara baik serta jahat sebagai salah satu fondasi ceritanya.

Dalam konteks tersebut, Cathy Ames menjadi pilihan protagonis yang sangat menarik.

Jika kisah lama tentang keluarga Trask sering dibaca melalui konflik Adam, Charles, Cal, dan Aron, serial baru ini mengajak penonton melihat semuanya dari sisi perempuan yang selama ini dikenal sebagai salah satu karakter paling gelap dalam karya Steinbeck.

Cathy bukan hanya sumber konflik. Ia adalah pertanyaan terbesar serial ini.

Fakta Menarik East of Eden

Ada sejumlah alasan mengapa adaptasi Netflix ini layak mendapat perhatian.

- East of Eden terdiri dari tujuh episode dan seluruh episode dirilis sekaligus pada 1 Oktober 2026.

- Florence Pugh memerankan Cathy Ames, karakter yang menjadi pusat perspektif baru serial ini.

- Zoe Kazan adalah cucu Elia Kazan, sutradara film East of Eden versi 1955.

- Zoe Kazan menulis seluruh tujuh episode serial ini.

- Serial membentang dari setelah Perang Saudara Amerika hingga awal Perang Dunia I, sehingga kisah keluarga Trask berjalan beriringan dengan perubahan besar dalam sejarah Amerika.

- Adaptasi ini sengaja memberikan perhatian baru kepada Cathy Ames, bukan hanya mengulang fokus adaptasi film 1955.

- Florence Pugh bukan sekadar pemeran utama; ia juga terlibat sebagai executive producer.

Kapan East of Eden Tayang di Netflix?

Bagi penonton yang menantikan drama periode ini, East of Eden tayang di Netflix pada 1 Oktober 2026.

Dengan Florence Pugh sebagai Cathy Ames, Zoe Kazan sebagai kreator sekaligus penulis, serta materi asli Steinbeck sebagai fondasinya, serial ini menawarkan sesuatu yang lebih ambisius daripada sekadar remake.

East of Eden mencoba menjawab pertanyaan yang sejak awal menghantui kisah tersebut: jika masa lalu membentuk kita, apakah kita benar-benar bebas menentukan siapa diri kita?

Dan kali ini, pertanyaan itu datang dari suara Cathy Ames.

(netflix/techtimes/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN