Thursday, September 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Uber PHK 3.300 Karyawan di Tengah Persaingan Robotaxi

Mistar.idKamis, 3 September 2026 pukul 14.51 WIB
uber_phk_3300_karyawan_di_tengah_persaingan_robotaxi

Ilustrasi: Uber PHK 3.300 karyawan di tengah persaingan robotaxi. (foto: Reuters)

news_banner

San Francisco, MISTAR.ID - Uber Technologies akan memangkas sekitar 3.300 karyawan atau 10 persen dari total tenaga kerjanya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut menjadi yang terbesar dilakukan perusahaan sejak pandemi Covid-19.

Langkah itu dilakukan ketika Uber berupaya menghadapi meningkatnya persaingan kendaraan tanpa pengemudi atau robotaxi yang mulai merambah bisnis transportasi daring.

Dilansir Reuters, Kamis (3/9/2026), CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan pemangkasan tersebut akan merampingkan lapisan manajemen dan mengurangi kompleksitas organisasi yang terbentuk selama periode pertumbuhan pesat.

Menurut Khosrowshahi, struktur organisasi yang semakin kompleks kini justru menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan.

“Organisasi yang lebih ramping berarti kepemilikan yang lebih jelas, keputusan yang lebih cepat, dan lebih banyak waktu untuk membangun daripada berkoordinasi,” kata Khosrowshahi dalam memo kepada karyawan.

Ia mengatakan penghematan dari restrukturisasi tersebut akan diinvestasikan kembali untuk pertumbuhan, inovasi, dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Reuters melaporkan, Uber memiliki sekitar 34.000 karyawan di seluruh dunia pada akhir tahun lalu. PHK kali ini merupakan yang terbesar sejak Mei 2020, ketika anjloknya permintaan akibat pandemi membuat perusahaan memangkas sekitar 6.700 pekerjaan atau hampir seperempat tenaga kerjanya.

Khosrowshahi tidak menyalahkan kecerdasan buatan (AI) sebagai penyebab PHK, berbeda dengan sejumlah perusahaan teknologi yang melakukan pemangkasan tenaga kerja seiring meningkatnya penggunaan teknologi tersebut.

Persaingan Robotaxi

Uber kini menghadapi perubahan dalam bisnis transportasi daring akibat berkembangnya kendaraan otonom.

Salah satu tantangan datang dari Waymo, operator robotaxi terbesar di AS. Kendaraan Waymo saat ini tersedia melalui aplikasi Uber di Austin dan Atlanta.

Namun, Waymo juga terus berekspansi ke sejumlah pasar tanpa menggandeng Uber. Sementara Tesla semakin serius mengembangkan layanan robotaxi.

Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa semakin banyaknya kendaraan tanpa pengemudi dapat mengurangi peran Uber sebagai perantara antara kendaraan dan penumpang.

Untuk mempertahankan posisinya, Uber berencana mengucurkan lebih dari US$10 miliar untuk bisnis robotaxi dalam beberapa tahun mendatang. Investasi tersebut antara lain digunakan untuk mendukung perusahaan pengembang teknologi kendaraan otonom serta menjadikan Uber sebagai platform utama layanan kendaraan tanpa pengemudi.

Dalam restrukturisasi terbaru, Uber juga akan mengurangi sekitar 20 persen jumlah karyawan yang berada tujuh atau lebih lapisan pelaporan di bawah CEO.

Jumlah tim yang hanya memiliki satu atau dua bawahan langsung akan dipangkas hampir separuh. Sejumlah tim juga akan digabung dan tenaga kerja akan lebih dipusatkan di kantor-kantor utama.

Uber turut membatasi posisi yang sepenuhnya bekerja jarak jauh menjadi sekitar 1 persen dari total tenaga kerja, sementara kebijakan bekerja dari kantor tiga hari dalam seminggu tetap dipertahankan.

Saham Uber naik hampir 2 persen setelah pengumuman tersebut. Namun, sepanjang tahun ini saham perusahaan telah turun hampir 8 persen akibat kekhawatiran terhadap meningkatnya persaingan.

Selain bisnis transportasi, Uber juga menghadapi tekanan pada layanan Uber Eats dari DoorDash, Instacart, serta berbagai platform pengiriman lokal. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN