Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar AS, Tertekan Eskalasi Konflik AS-Iran

Seorang Pramuniaga menunjukkan uang pecahan Rp100.000. (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi melemah 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.064 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa (7/4/2026),” ujarnya, Selasa, dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, pernyataan tersebut meningkatkan ketidakpastian global, terutama setelah Trump sebelumnya memperingatkan bahwa militer AS dapat menghancurkan Iran dalam waktu singkat jika ketegangan tidak mereda.
Trump juga sempat menyatakan bahwa Washington akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, seperti pembangkit listrik, sumur minyak, hingga fasilitas strategis lainnya jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Di sisi lain, Iran menolak gagasan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika terdapat jaminan untuk mencegah konflik kembali terjadi.
Menurut Lukman, meski berada di atas Rp17 ribu, nilai tukar rupiah masih dalam batas wajar dan belum memberikan dampak besar terhadap pasar keuangan.
“Namun, Bank Indonesia perlu terus menjaga volatilitas dan tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh,” katanya.
Berdasarkan kondisi saat ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS. (hm25)






















