Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Plastik Meroket, Pedagang dan UMKM di Pematangsiantar Menjerit

Mistar.idSelasa, 7 April 2026 pukul 12.14 WIB
harga_plastik_meroket_pedagang_dan_umkm_di_pematangsiantar_menjerit

Pedagang plastik di Jalan Seram Bawah, Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga plastik terus meroket dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya di Kota Pematangsiantar. Kenaikan harga plastik memicu keluhan pedagang dan pelaku UMKM karena meningkatnya biaya operasional di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (7/4/2026), kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh jenis bahan plastik, mulai dari plastik kemasan hingga wadah sekali pakai (styrofoam). Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada jenis plastik PP, PE, dan HD yang melonjak hingga lebih dari 70 persen.

Untuk harga plastik PP, PE, dan HD mengalami kenaikan menjadi Rp52.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, plastik asoi Rp40.000 dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, styrofoam Rp44.000 dari sebelumnya Rp33.000 per bal, dan cup minuman Rp13.000 dari sebelumnya Rp9.000 per rol.

Salah seorang pedagang plastik di Jalan Seram Bawah, Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat, Elly, 47 tahun, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, harga mulai merangkak naik sejak awal bulan puasa kemarin dan terus bertahan di level tinggi hingga saat ini.

“Harga plastik mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan turun. Untuk plastik PP, PE, dan HD saja naiknya sampai Rp22.000 per kilogram,” ujarnya kepada Mistar.

Elly menambahkan imbas dari mahalnya harga modal ini membuat daya beli masyarakat menurun drastis. Pelanggan yang biasanya membeli dalam jumlah besar kini mulai membatasi pesanan mereka.

Kenaikan harga ini menjadi beban berat bagi para pelaku usaha kuliner dan pedagang eceran yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Salah seorang pembeli yang juga merupakan pelaku UMKM mengeluhkan kondisi ini karena berdampak langsung pada margin keuntungan.

“Karena plastik ini kebutuhan pokok untuk jualan. Kalau harga plastik naik setinggi ini, otomatis biaya dagang jadi bengkak. Mau menaikkan harga makanan ke pembeli juga susah,” keluh Sari, salah satu pembeli.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab utama melonjaknya harga bahan baku plastik di tingkat distributor. Namun, para pedagang dan masyarakat berharap pemerintah setempat dapat segera turun tangan melakukan pengawasan harga agar roda ekonomi kecil di Pematangsiantar tetap bisa berputar. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN