Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Plastik PE di Medan Meroket hingga Rp52 Ribu per Kg

Mistar.idSelasa, 7 April 2026 pukul 09.32 WIB
harga_plastik_pe_di_medan_meroket_hingga_rp52_ribu_per_kg

Ilustrasi. (Foto: Gemini)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Lonjakan harga minyak mentah dunia mulai berdampak nyata pada meroketnya harga plastik jenis Polyethylene (PE) di Kota Medan. Kenaikan yang mencapai lebih dari 50 persen ini memaksa pedagang grosir dan pelaku usaha kecil mengubah strategi penjualan demi menutupi biaya modal yang membengkak.

Pantauan di pasar, harga plastik PE dengan pembelian 250 gram di semua ukuran, kini dibanderol seharga Rp13.000, sementara untuk ukuran 1 kilogram (kg) menyentuh angka Rp52.000. Padahal sebelumnya, harga plastik ini hanya berkisar antara Rp7.000 hingga Rp8.000 saja per 250 gram.

Kemudian, untuk plastik HD dari Rp27.000 menjadi Rp50.000 per kg dan plastik kantongan juga turut andil mengalami kenaikan dari Rp21.000 per kg.

Ida, seorang pemilik kedai grosir, mengaku sering memberikan edukasi kepada pelanggannya yang merupakan pedagang eceran agar tidak merugi. Ia menyebut banyak ibu-ibu yang terkejut karena tidak bisa lagi menjual plastik dengan pola harga lama.

"Kadang ada yang beli cuma 250 gram, saya tanya dipakai sendiri atau dijual lagi? Kalau mereka bilang dijual lagi seribu isi lima, saya sampaikan sudah tidak bisa lagi. Sekarang kalau menjual plastik PE seribu itu isinya cuma dua biji. Saya pun melakukan itu kalau di sini ada yang beli eceran seribu," kata Ida, Selasa (7/4/2026).

Dampak kenaikan harga plastik ini juga dirasakan langsung oleh Supiah, seorang penjual es batu rumahan. Mengingat plastik PE merupakan komponen utama dalam usahanya, ia terpaksa mengambil kebijakan mengurangi volume dagangannya agar tidak perlu menaikkan harga jual ke konsumen.

"Saya jual es batu gelondongan, jadi butuh plastik PE yang panjang. Semenjak harga naik, saya terpaksa mengurangi isi es batunya sedikit, karena modal plastiknya sudah tinggi sekali. Jadi saya kurangi isinya bukan harganya," ucap Supiah.

Tak hanya es batu, Supiah menceritakan bahwa anaknya yang bekerja di industri rumahan kue bawang juga menghadapi dilema serupa. Untuk menyiasati harga kemasan yang mahal, pengusaha kue terpaksa memperkecil ukuran bungkus agar harga jual tetap stabil di mata pelanggan.

"Anak saya bilang tempatnya kerja juga mengurangi isi kue bawang dan mengganti kemasan menjadi lebih kecil dengan harga yang sama. Sekarang semua serba mahal," ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN