Pedagang Kuliner di Toba Mengalami Penurunan Omzet Sejak Setahun Terakhir

Pedagang bubur di Kecamatan Porsea, Reza Siregar. (foto: nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Kondisi ekonomi semakin sulit dirasakan pedagang kuliner di Kabupaten Toba. Salah satunya Reza Siregar, pedagang bubur sumsum dan bubur kacang hijau di Kecamatan Porsea yang sejak setahun terakhir mengaku omzet penjualannya menurun drastis.
Pedagang bubur di Porsea, Reza Siregar, menilai keadaan ekonomi masyarakat saat ini sedang terpuruk. Alhasil, daya beli masyarakat khususnya di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba mengalami penurunan sejak 2025.
"Ini dapat terlihat dari omzet penjualan saya per harinya mengalami penurunan hingga 50 porsi. Biasanya dalam sehari penjualan saya mencapai 200 porsi, tetapi sejak setahun terakhir hanya 140 porsi, maksimalnya 150 porsi saja," ujar Reza, Selasa (20/1/2026).
Pedagang gorengan yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengakui dagangannya mengalami penurunan sejak diberlakukannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.
"Sejak berlakunya program tersebut sepertinya perputaran ekonomi semakin menurun. Minat dari anak untuk membeli jajanan juga semakin berkurang. Dampaknya orang-orang seperti ini, kami pelaku usaha kuliner mengalami penurunan omzet penjualan," katanya.
Menurutnya, jika kondisi seperti ini terus berlanjut, bisa jadi pedagang kuliner akan banting stir untuk memulai usaha lain.






















