Jelang Nataru, Omzet Pedagang Daging Babi di Sergai Turun hingga 50 Persen

Wahyudin Pandiangan saat menunggu pembeli di pasar Kampung Pon Jalan Besar Desa Gempolan - Kampung Pon. (foto: damanik/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, omzet pedagang daging babi di pasar tradisional Kampung Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengalami penurunan signifikan hingga 50 persen.
Salah seorang pedagang daging babi, Wahyudin Pandiangan, mengatakan harga daging babi saat ini relatif stabil di kisaran Rp90.000 per kilogram. Namun, stabilnya harga tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat penjualan.
“Walaupun harga tetap, omzet kami turun sampai 50 persen,” ujar Wahyudin, Senin (15/12/2025).
Ia menilai penurunan omzet terjadi karena banyak peternak babi lokal yang kini memilih menjual langsung kepada pembeli atau konsumen, tanpa melalui pedagang di pajak daging maupun rumah potong babi.
Saat ini, Wahyudin mengaku hanya mampu menjual sekitar 30 kilogram daging babi per hari yang dipasok dari daerah Berastagi. Jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan kondisi normal.
“Biasanya bisa dua ekor, sekitar 60 sampai 70 kilogram per hari. Sekarang hanya satu ekor, itu pun kadang masih tersisa di kulkas dari semalam,” katanya.
Ia menambahkan, harga babi lokal dari peternak dinilai lebih mahal, sehingga pedagang memilih mendatangkan pasokan dari luar daerah. (hm24
PREVIOUS ARTICLE
Rupiah Melemah di Level Rp16.667 per Dolar AS Sore ini





















