IHSG Terseret Pelemahan Bursa Asia, Ditutup Turun 0,13 Persen ke Level 8.649

IHSG yang ditutup Turun 0,13 Persen ke Level 8.649. (foto:tangkapan layar IHSG/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini gagal mempertahankan penguatan di zona hijau dan akhirnya terseret arus pelemahan bursa saham Asia, ditutup di zona merah dengan pelemahan tipis.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menyampaikan bahwa IHSG ditutup melemah 0,13 persen ke level 8.649,662, setelah sempat ditransaksikan dalam rentang 8.622 hingga 8.720.
“IHSG sempat bergerak anomali dengan berada di zona hijau, di saat yang bersamaan mayoritas bursa saham di Asia justru ditransaksikan melemah. Namun akhirnya IHSG ikut terseret arus pelemahan bursa saham Asia dan ditutup di zona merah,” kata Gunawan, Senin (15/12/2025).
Pelemahan IHSG terjadi pada menit-menit terakhir menjelang penutupan perdagangan. Sejumlah emiten besar yang membebani kinerja indeks antara lain BUMI, BRPT, ANTM, TLKM, hingga UNTR.
Di pasar valuta asing, pelemahan IHSG juga dibarengi dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Rupiah ditutup di level Rp16.660 per dolar AS pada sesi penutupan perdagangan, yang turut membebani kinerja pasar saham.
Melemahnya rupiah terjadi menjelang rencana kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pekan ini. Meskipun suku bunga acuan diproyeksikan stabil, tekanan terhadap rupiah muncul dari pernyataan The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat.
“Tekanan terhadap rupiah saat ini justru muncul dari pernyataan The Fed atau Bank Sentral AS yang memberikan sinyal hawkish terhadap kebijakan moneternya pada 2026,” ucap Gunawan.
Meskipun sinyal hawkish tersebut belum sepenuhnya menjadi dasar kebijakan moneter secara menyeluruh, pelaku pasar akan menggunakan data ekonomi AS sebagai acuan ekspektasi selanjutnya.
Di sisi lain, harga emas dunia pada perdagangan sore hari terpantau menguat di level 4.340 dolar AS per ons troy, atau di kisaran Rp2,33 juta per gram. (hm27)



















