Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Anjlok 1,3% Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Saham Bank Memerah

Mistar.idKamis, 11 Desember 2025 pukul 15.34 WIB
ihsg_anjlok_13_usai_the_fed_pangkas_suku_bunga_saham_bank_memerah

Ilustrasi Bursa Saham. (foto:cnbc/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak anjlok 1,3% ke level 8.587,49. Sebanyak 547 saham tercatat melemah, 187 saham menguat, dan 223 saham bergerak stagnan.

Koreksi tajam ini terutama dipicu oleh penurunan signifikan pada saham-saham perbankan. Empat bank jumbo yakni BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI kompak melemah antara 1% hingga 2%.

Kondisi IHSG menjelang akhir sesi kedua ini berbanding terbalik dengan pembukaan pasar pagi tadi. Pada akhir sesi pertama, IHSG sudah menunjukkan tren pembalikan arah dan menutup sesi dengan penurunan 0,3%.

Pasar keuangan hari ini juga dibayangi sejumlah sentimen, baik dari dalam negeri maupun global. Sentimen terbesar datang dari keputusan The Fed yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

The Fed akhirnya memenuhi ekspektasi pasar dengan menurunkan suku bunga ke level 3,50–3,75%. Pemangkasan ini menjadi kabar positif bagi Indonesia karena berpotensi mendorong aliran dana asing masuk lebih deras, sehingga menopang penguatan rupiah dan IHSG.

Keputusan suku bunga diumumkan The Fed pada Rabu waktu AS (10/12/2025), setelah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari. Pemangkasan ini merupakan yang ketiga sepanjang tahun 2025, setelah sebelumnya dilakukan pada September dan Oktober. Tingkat suku bunga saat ini menjadi yang terendah sejak November 2022.

Seperti diketahui, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 525 bps sepanjang Maret 2022 hingga Juli 2023. Pemangkasan baru dimulai pada September 2024, kemudian berlanjut pada November dan Desember 2024 hingga mencapai kisaran 4,25–4,50%. Suku bunga sempat ditahan hingga Agustus 2025 sebelum kembali diturunkan pada September, Oktober, dan kini Desember 2025.

IHSG sendiri sempat merosot 0,31% atau 27,21 poin pada akhir sesi pertama perdagangan, Kamis (11/12/2025), berada di level 8.673 setelah pengumuman pemangkasan suku bunga The Fed. Berdasarkan pantauan VIVA melalui Stockbit, IHSG bergerak di rentang 8.662—8.776. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 18,08 triliun dengan frekuensi 2,08 juta kali.

Tekanan terbesar datang dari sektor non-siklikal yang turun 0,74%, disusul sektor kesehatan 0,52%, teknologi 0,27%, energi 0,25%, keuangan 0,15%, dan sektor siklikal 0,12%. Sementara itu, sejumlah sektor berhasil menguat, seperti properti 1,88%, industri 0,54%, bahan baku 0,18%, transportasi 0,11%, serta infrastruktur 0,06%.

Dari sisi teknikal, Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa indikator momentum menunjukkan pelemahan lanjutan. Histogram positif MACD mulai menipis, sementara stochastic RSI bergerak menurun menuju area pivot. “Kami memperkirakan IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 8.650–8.700 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujar tim analis tersebut dalam riset harian.

Selain itu, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten yang memimpin daftar top gainers LQ45 hari ini, yaitu:

PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Menguat 14,11% atau 46 poin menjadi 372.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Melonjak 10,05% atau 40 poin ke level 438.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Naik 2,82% atau 40 poin ke level 1.460. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN